Perekonomian Indonesia tetap tangguh di tengah ketidakpastian global: WB
Liga335 – Perekonomian Indonesia tetap tangguh di tengah ketidakpastian global: WB
Perekonomian Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang tangguh pada kuartal pertama tahun 2025, berekspansi sebesar 4,9 persen dari tahun ke tahun, meskipun ada ketidakpastian global yang sedang berlangsung, menurut Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Carolyn Turk. Berbicara pada peluncuran laporan Prospek Ekonomi Indonesia di Jakarta pada hari Senin (18/5), Turk menekankan bahwa fundamental ekonomi makro yang kuat-seperti inflasi yang rendah, cadangan devisa yang memadai, dan disiplin fiskal yang konsisten-telah membantu meningkatkan ketahanan ekonomi Indonesia.Ia menilai bahwa langkah-langkah ini telah mendukung perekonomian dalam menghadapi pengurangan belanja pemerintah dan memitigasi perlambatan investasi.
“Kinerja ekonomi Indonesia saat ini mencerminkan fondasi yang kuat dan respons kebijakan yang hati-hati,” katanya. Turk mencatat bahwa manfaat dari pertumbuhan baru-baru ini telah dirasakan paling banyak oleh kelompok-kelompok berpenghasilan rendah. Namun, kelas menengah belum mengalami keuntungan yang sama, sebagaimana tercermin dari Bank Dunia memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh pada tingkat tahunan rata-rata 4,8% antara tahun 2025 dan 2027, serta menyoroti inisiatif-inisiatif seperti peluncuran Danantara Indonesia dan program perumahan pemerintah sebagai pendorong utama investasi di masa depan.
Target pemerintah untuk membangun tiga juta unit rumah per tahun selaras dengan strategi yang lebih luas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan investasi publik tahunan sebesar US$3,8 miliar, program perumahan ini diharapkan dapat menciptakan 2,3 juta lapangan kerja dan menarik sekitar US$2,8 miliar investasi swasta, serta meningkatkan standar hidup secara nasional.Namun, Turk memperingatkan bahwa risiko-risiko tetap ada, termasuk tantangan dalam perdagangan global dan volatilitas harga komoditas, namun ia menyatakan optimismenya bahwa fokus pemerintah yang berkelanjutan pada deregulasi, reformasi perdagangan, dan digitalisasi akan membantu mengurangi risiko-risiko tersebut dan mendukung pertumbuhan ekonomi hingga 5,5% per tahun pada tahun 2027.