Indonesia merencanakan reformasi sistem kesehatan dengan tim lintas sektoral
Liga335 daftar – Indonesia rencanakan reformasi sistem kesehatan dengan tim lintas sektoral
Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa komite gabungan yang dibentuk bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Kemenristekdikti) bertujuan untuk meningkatkan pendidikan kedokteran sebagai bagian dari upaya untuk mengatasi tantangan utama dalam sistem kesehatan nasional. Dalam sebuah pernyataan yang diterima di Jakarta pada hari Senin, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti bahwa akses, kualitas, dan biaya tetap menjadi masalah utama dalam sistem, tetapi tantangan yang paling signifikan adalah ketersediaan dan distribusi sumber daya manusia di seluruh Indonesia. “Peralatan sudah siap, pendanaan juga sudah siap, tetapi jumlah dan distribusi sumber daya manusia kita masih sangat kurang.
Kalau masalah SDM tidak dibenahi, pelayanan akan tetap terbatas, dan masyarakat terpaksa berobat ke tempat yang jauh,” tegas Sadikin. Melalui komite gabungan tersebut, kata Sadikin, pemerintah mendorong kolaborasi antara lembaga pemerintah, universitas, dan penyedia layanan kesehatan untuk mengembangkan solusi berbasis data dan inovasi, serta meninjau kembali peraturan yang selama ini menghambat kemajuan di sektor kesehatan. Saat ini, hanya sekitar 80 dari 514 kota dan kabupaten yang memiliki fasilitas yang memadai, seperti yang ada di kota-kota metropolitan, untuk menangani penyakit-penyakit katastropik, seperti stroke, diabetes, dan penyakit jantung.
“Jika orang dari Sukabumi atau Semarang masih harus pergi ke Jakarta untuk mendapatkan layanan kesehatan jantung, berarti sistem kita belum merata,” katanya. Ia menyoroti upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi masalah ini, termasuk membangun 66 rumah sakit daerah dan melengkapi fasilitas kesehatan dengan alat-alat yang diperlukan, seperti CT scan dan laboratorium jantung. Selain itu, mereka juga bertujuan untuk menyediakan infrastruktur dasar bagi semua daerah.
Mengenai pendanaan, pemerintah saat ini sedang merevisi peraturan terkait Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), termasuk pengaturan tarif Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Sadikin menyatakan bahwa asuransi seharusnya menanggung biaya untuk kondisi-kondisi yang diprioritaskan, seperti penyakit-penyakit yang mengancam nyawa, dan bukan hanya jumlah intervensi medis yang dilakukan.Dalam pernyataan yang sama, Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyatakan bahwa kolaborasi lintas sektoral diperlukan untuk mengatasi masalah yang kompleks di sektor kesehatan, dan berharap komite bersama ini dapat menginisiasi perbaikan dalam pendidikan, penelitian, dan sistem kesehatan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Yuliarto juga mengajak perguruan tinggi untuk aktif merumuskan sistem pendidikan yang dapat menyelesaikan masalah-masalah yang disebutkan di atas. “Peneliti dari bidang lain juga harus ikut ambil bagian, sehingga kita bisa menciptakan ementerian saat ini sedang merumuskan skema untuk meningkatkan pelatihan dan pendidikan dokter spesialis, sebagai bagian dari reformasi sistem kesehatan yang lebih luas.