Tinjauan baru WHO tentang membangun fasilitas perawatan kesehatan yang aman, tahan iklim dan ramah lingkungan
Taruhan bola – WHO telah meluncurkan publikasi baru tentang membangun fasilitas perawatan kesehatan yang aman, tahan terhadap iklim, dan ramah lingkungan – sebuah langkah penting dalam memperkuat sistem kesehatan di seluruh dunia.
Secara global, peningkatan suhu, peristiwa cuaca ekstrem dan pergeseran pola penyakit membebani sistem kesehatan dan berdampak pada kesehatan populasi yang rentan. Antara tahun 2030 dan 2050, perubahan iklim diperkirakan akan menyebabkan 250.
000 kematian tambahan per tahun akibat malnutrisi, malaria, diare, dan stres akibat cuaca panas.
Indonesia sangat berisiko karena kondisi geografis, kepadatan penduduk, dan tantangan kesehatan yang ada. Hal ini telah diperhitungkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dan Rencana Aksi Nasional Adaptasi Perubahan Iklim (RAN-API), yang mengintegrasikan ketahanan iklim ke dalam kebijakan kesehatan nasional.
Hingga saat ini, kegiatan utama yang telah dilakukan adalah memperluas instalasi tenaga surya di pusat-pusat kesehatan di luar jaringan listrik dan menerapkan peraturan limbah medis yang lebih kuat. Pada tahun 2024 t alanan digital SATUSEHAT mengintegrasikan indikator kesehatan lingkungan ke dalam pemantauan rutin. Indonesia terus bekerja sama dengan WHO, Global Green and Healthy Hospitals Network dan mitra lainnya untuk mengimplementasikan strategi adaptasi iklim lokal, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 3 dan 13, masing-masing mengenai aksi kesehatan dan iklim.
Publikasi WHO yang baru – yang ditujukan bagi para pembuat kebijakan dan administrator fasilitas kesehatan – menguraikan prinsip-prinsip utama, definisi, dan langkah-langkah praktis untuk membangun sistem kesehatan yang tangguh terhadap iklim, yang melengkapi kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan. Publikasi ini memberikan panduan penting dalam mengintegrasikan kelestarian lingkungan ke dalam infrastruktur kesehatan, penggunaan energi, dan pengelolaan limbah, serta menyoroti studi kasus dari berbagai wilayah dan negara di dunia.
Bagi Indonesia, panduan ini dapat membantu memperkuat ketahanan sistem kesehatan terhadap perubahan iklim, mengurangi emisi dan degradasi lingkungan, serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
cakupan kesehatan dan target SDG.