Mitra dalam kejahatan: Bagaimana sindikat Rusia dan Ukraina menjalankan jaringan perdagangan narkoba dari Bali
Liga335 daftar – Gambar representatif/AI yang dihasilkan
Rusia Gagalkan Rencana ‘Serangan’ Ukraina; Amunisi Drone Kimia Disita di Donetsk
Badan Narkotika Nasional (BNN) Indonesia telah mengidentifikasi Bali sebagai lokasi utama operasi perdagangan narkoba yang melibatkan warga negara Rusia dan Ukraina. Menurut kantor berita pemerintah Indonesia, Antara, sindikat-sindikat ini menggunakan teknologi canggih seperti blockchain untuk menghindari deteksi oleh penegak hukum. Kepala BNN, Komisaris Jenderal Polisi Marthinus Hukom, mengatakan lembaganya telah menemukan bahwa para pengedar narkoba mengandalkan sistem buku besar yang terdistribusi untuk mengelola operasi mereka secara diam-diam.
“Ini adalah fenomena yang sangat unik, di mana warga negara Rusia dan Ukraina – dua negara yang sedang berperang – telah menjadi mitra dalam kejahatan (perdagangan) narkoba di Bali,” kata Hukom dalam sebuah kuliah umum di Universitas Udayana, Bali, seperti dikutip oleh Antara.Hukom mengatakan bahwa para pengedar narkoba menggunakan platform media sosial, terutama Instagram, untuk terhubung dengan para pembeli. ommunikasi dilakukan dengan menggunakan bahasa sandi dan enkripsi untuk mencegah pelacakan, sindikat ini juga melakukan transaksi melalui mata uang kripto dan bukan metode pembayaran tradisional, sehingga upaya penegakan hukum menjadi lebih kompleks.
“Sangat sulit untuk menindak praktik-praktik seperti itu karena para pelaku tidak melakukan transaksi dengan cara konvensional,” kata Hukom seperti dikutip oleh kantor berita Ankara. Pihak berwenang Indonesia berkoordinasi dengan pejabat Rusia untuk mengatasi masalah ini. Kantor PBB untuk Obat-obatan dan Kejahatan (UNODC) sebelumnya mengatakan bahwa Indonesia adalah target utama bagi sindikat narkoba internasional, antara lain karena populasi anak mudanya yang besar, meskipun negara ini memiliki undang-undang narkoba yang ketat.