Ho Chi Minh City dan Indonesia Memperkuat Kemitraan Pariwisata, Membuka Pintu bagi Peluang Wisata dan Bisnis Baru, Ini yang Perlu Anda Ketahui

Ho Chi Minh City dan Indonesia Memperkuat Kemitraan Pariwisata, Membuka Pintu bagi Peluang Wisata dan Bisnis Baru, Ini yang Perlu Anda Ketahui

Ho Chi Minh City dan Indonesia Memperkuat Kemitraan Pariwisata, Membuka Pintu bagi Peluang Wisata dan Bisnis Baru, Ini yang Perlu Anda Ketahui

Liga335 – Kota Ho Chi Minh dan Indonesia Memperkuat Kemitraan Pariwisata, Membuka Pintu untuk Peluang Wisata dan Bisnis Baru, Ini yang Perlu Anda Ketahui
Ho Chi Minh City dan Indonesia telah mengambil langkah pertama untuk membangun kemitraan pariwisata yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kedua belah pihak. Usaha ini akan berusaha untuk memperkuat dan mengembangkan pariwisata bilateral dan fokus pada potensi pariwisata Halal untuk Indonesia dan negara-negara Muslim lainnya di Asia Pasifik. Kemitraan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang baru saja ditandatangani antara Gabungan Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (GPWI) dan Asosiasi Pariwisata Kota Ho Chi Minh.

KJRI Ho Chi Minh menyelenggarakan acara tersebut di Hotel Sheraton Ho Chi Minh City sebagai bagian dari pameran pariwisata bertajuk “Indonesia: Gateway to Paradise”. Acara ini juga menampilkan pertemuan meja bundar antara biro perjalanan dari kedua negara yang berfokus pada kemungkinan kerja sama pariwisata dan cara-cara untuk meningkatkan akses pasar untuk masing-masing negara. h sektor pariwisata lainnya.

Kerjasama Pariwisata: Jalan Menuju Pertumbuhan

Kerja sama pariwisata antara Ho Chi Minh City dan Indonesia siap untuk menciptakan peluang pertumbuhan baru di beberapa sektor utama. Salah satu bidang utama yang menjadi fokus adalah pariwisata halal, yang merupakan segmen penting dari pasar pariwisata outbound Indonesia. Sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia, preferensi pariwisata Indonesia sering kali dipengaruhi oleh persyaratan Halal, terutama terkait makanan, akomodasi, dan layanan lainnya.

Kota Ho Chi Minh, dengan sektor pariwisatanya yang ramai, telah menjadi destinasi favorit bagi wisatawan muda Indonesia. Kota di Vietnam ini telah menjadi tempat yang populer bagi wisatawan Indonesia karena kekayaan budaya, fasilitas modern, dan jaraknya yang dekat. Dengan lebih dari 90% penduduknya beragama Islam, produk dan layanan yang ramah Muslim menjadi sangat penting untuk menarik wisatawan Indonesia.

Perekonomian Halal yang berkembang di kota Vietnam ini sangat menjanjikan, terutama karena adanya bot ara pihak berkolaborasi untuk memastikan bahwa bisnis Vietnam di Ho Chi Minh City mendapatkan sertifikasi Halal untuk produk mereka, mulai dari makanan hingga kosmetik.

Pariwisata Halal: Pendorong Pertumbuhan Utama

Segmen pariwisata Halal telah mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh meningkatnya jumlah wisatawan Muslim yang mencari destinasi yang menghormati nilai-nilai budaya mereka. Di Kota Ho Chi Minh, wisatawan Indonesia sangat tertarik dengan produk bersertifikat Halal, terutama makanan seperti bánh pía, kudapan manis khas Vietnam dengan isian durian. Durian merupakan buah yang digemari di Indonesia, menjadikan bánh pía sebagai oleh-oleh yang populer di kalangan wisatawan Indonesia.

Dengan mendapatkan sertifikasi Halal untuk produk lokal, bisnis di Kota Ho Chi Minh dapat meningkatkan penjualan mereka kepada wisatawan Indonesia dan juga menjajaki peluang ekspor ke Indonesia, Malaysia, dan Brunei, di mana produk Halal sangat diminati.
Minat yang meningkat terhadap pariwisata Halal ini bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan makanan, tetapi juga untuk memberikan pengalaman yang lebih baik. akan memberikan pengalaman yang selaras dengan nilai-nilai Islam, termasuk kegiatan yang ramah keluarga, fasilitas ibadah, dan akomodasi yang memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim.

Hasilnya, kerja sama antara Ho Chi Minh City dan Indonesia diharapkan dapat memperkuat penawaran pariwisata di kawasan ini dan menarik demografi wisatawan yang lebih luas.

Daya Tarik Pariwisata Kota Ho Chi Minh

Kota Ho Chi Minh terus menjadi salah satu tujuan wisata utama di Vietnam, dengan berbagai macam atraksi yang menarik bagi pengunjung internasional. Pada tahun 2025, kota ini menyambut hampir 80.000 wisatawan Indonesia, menjadikan Indonesia sebagai salah satu sumber pasar terbesar bagi industri pariwisata Kota Ho Chi Minh.

Angka ini mewakili hampir setengah dari total pengunjung Indonesia ke Vietnam, yang menunjukkan hubungan yang semakin erat antara kedua wilayah.
Para pejabat pariwisata di Kota Ho Chi Minh optimis akan potensi perluasan hubungan ini. Daya tarik pariwisata kota ini terletak pada perpaduan antara modernitas dan tradisi, dengan taksi wisata seperti Museum Sisa Perang, Pasar Ben Thanh, dan distrik-distrik yang semarak yang menawarkan perpaduan antara pengalaman sejarah, budaya, dan belanja.

Kota ini juga memiliki posisi yang tepat untuk mempromosikan bentuk-bentuk pariwisata baru, seperti wisata kuliner, wisata bahari, dan wisata budaya, terutama setelah penggabungan administratif baru-baru ini dengan provinsi Ba Ria-Vung Tau dan Binh Duong.
Dengan penawaran wisata baru di bidang wisata bahari dan kuliner, Kota Ho Chi Minh siap untuk menarik lebih banyak lagi pengunjung internasional, terutama dari Indonesia. Lanskap pariwisata yang beragam di wilayah ini menjanjikan pengalaman yang memperkaya bagi para wisatawan, dan kerja sama yang berkembang dengan Indonesia akan membantu memposisikan kota ini lebih jauh sebagai tujuan utama untuk wisata rekreasi dan bisnis.

Daya Tarik Indonesia bagi Wisatawan Ho Chi Minh City

Di sisi lain, Indonesia juga merupakan destinasi yang menarik bagi wisatawan Ho Chi Minh City. Dikenal dengan keindahan alamnya yang menakjubkan dan warisan budaya yang kaya, Indonesia juga menjadi tujuan wisata yang menarik bagi wisatawan. sia menawarkan berbagai pengalaman yang menarik bagi berbagai jenis wisatawan.

Bali, dengan pantai dan resornya yang terkenal di dunia, merupakan tujuan wisata yang sangat populer, begitu juga dengan landmark budaya seperti situs Warisan Dunia UNESCO, Borobudur, dan satwa liar yang unik di Taman Nasional Komodo.
Semaraknya dunia pariwisata di Indonesia memberikan kesempatan yang sangat baik bagi warga Ho Chi Minh City untuk menjelajahi destinasi-destinasi baru, dan potensi pertumbuhan pariwisata yang saling menguntungkan ini merupakan fokus utama dari kolaborasi ini. Dengan memperkuat kemitraan antara badan pengelola pariwisata, maskapai penerbangan, dan industri perhotelan di kedua wilayah, kedua belah pihak dapat memastikan bahwa para pelancong mendapatkan pengalaman yang lancar saat melakukan perjalanan di antara kedua destinasi tersebut.

Prospek Masa Depan untuk Kerjasama Bilateral

Seiring dengan perkembangan industri pariwisata global, baik Ho Chi Minh City maupun Indonesia sangat tertarik untuk merangkul tren dan inovasi baru di sektor ini. Penandatanganan MoU antara Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia Nota Kesepahaman antara Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) dan Asosiasi Pariwisata Kota Ho Chi Minh merupakan langkah untuk memformalkan kerja sama ini. Nota kesepahaman ini bertujuan untuk meningkatkan pertukaran pariwisata dan memperkuat kemitraan antara kedua wilayah, terutama berfokus pada memfasilitasi perjalanan yang lebih mudah, berbagi keahlian, dan memperluas layanan terkait pariwisata.

Pertumbuhan pariwisata antara Ho Chi Minh City dan Indonesia telah memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, terutama dalam hal penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan devisa, dan merangsang pertumbuhan sektor perhotelan, transportasi, dan ritel. Dengan terus bekerja sama, kedua destinasi ini dapat membuka peluang baru untuk pengembangan pariwisata yang berkelanjutan, membuat perjalanan antara Ho Chi Minh City dan Indonesia menjadi lebih mudah diakses dan menarik bagi banyak wisatawan.

Masa Depan Pariwisata yang Menjanjikan

Kemitraan yang semakin erat antara Kota Ho Chi Minh dan Indonesia menjadi pertanda baik bagi pariwisata kedua negara. Dengan fokus pada peningkatan hubungan engan pengalaman berwisata dan ekonomi di kedua lokasi, kedua belah pihak akan dapat memenuhi kebutuhan wisatawan modern. Dengan fokus pada industri pariwisata, kemitraan pariwisata antara kedua negara akan menguntungkan secara ekonomi.

Mengingat pertumbuhan Kota Ho Chi Minh dan Indonesia yang terus berlanjut sebagai tujuan wisata utama di Asia Tenggara, kemitraan ini akan bermanfaat dalam jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *