Apakah deforestasi memperparah bencana di Sumatera? Indonesia akan melacak kayu, panggil perusahaan untuk menjelaskan

Apakah deforestasi memperparah bencana di Sumatera? Indonesia akan melacak kayu, panggil perusahaan untuk menjelaskan

Apakah deforestasi memperparah bencana di Sumatera? Indonesia akan melacak kayu, panggil perusahaan untuk menjelaskan

Liga335 daftar – JAKARTA: Indonesia akan memanggil delapan perusahaan yang diduga berkontribusi terhadap banjir yang mematikan di daerah aliran sungai Batang Toru, Sumatra Utara, sebagai bagian dari upaya untuk melacak sejumlah besar kayu gelondongan yang hanyut akibat banjir baru-baru ini di Sumatra.
Gambar-gambar kayu gelondongan tersebut telah beredar di dunia maya, dan para ahli mengatakan bahwa deforestasi dan degradasi lingkungan menambah skala bencana.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan pada hari Senin (1 Desember) bahwa kementeriannya akan memanggil delapan entitas yang beroperasi di daerah aliran sungai Batang Toru untuk menjelaskan kegiatan mereka di daerah tersebut dan melacak kayu-kayu yang hanyut terbawa banjir.

“Ada delapan entitas yang, berdasarkan analisis citra satelit kami, berkontribusi dalam memperburuk dampak dari curah hujan ini. Jadi kami sedang menyelidiki lebih lanjut, dan saya telah meminta Deputi Penegakan Hukum untuk mengambil tindakan yang cepat dan terukur,” kata Hanif Faisol, seperti dikutip oleh kantor berita Bisnis. Entitas-entitas tersebut tidak diidentifikasi.

Berlangganan Briefing Pagi Sebuah kurasi otomatis dari berita-berita utama kami es untuk memulai hari Anda. Layanan ini tidak ditujukan untuk orang yang tinggal di Uni Eropa. Dengan mengklik berlangganan, saya setuju untuk menerima pembaruan berita dan materi promosi dari Mediacorp dan mitra Mediacorp.

Memuat Memuat
“Kita bisa melihat semuanya dari citra satelit, sehingga kita bisa memproyeksikan secara logis apa yang terjadi pada kondisi tersebut saat hujan lebat,” tambah Hanif Faisol.
Kementerian juga akan meninjau dokumen persetujuan lingkungan dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di tiga provinsi yang terkena dampak.
“Kami akan menggunakan kondisi siklon tropis ini sebagai dasar untuk tingkat curah hujan,” kata Hanif Faisol.

“Ini berarti semua penilaian lingkungan harus memiliki kapasitas yang melebihi baseline tersebut.”
Timnya akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah terulangnya banjir dan tanah longsor, lapor kantor berita Antara.
“Apakah itu penghentian kegiatan atau semacamnya, karena ini memang bencana.

Harus ada yang bertanggung jawab atas kejadian ini,” kata Hanif Faisol.
Beberapa ha ami mendesak kementerian untuk bertindak lebih jauh. Anggota DPR RI Ratna Juwita Sari menyerukan agar izin semua perusahaan yang merusak lingkungan di daerah aliran sungai Batang Toru dicabut.

Pemanggilan perusahaan-perusahaan tersebut tidak lagi merupakan langkah yang memadai, kata Ratna, anggota Komisi VII DPR RI, yang mengawasi energi, sumber daya mineral, riset dan teknologi, serta isu-isu lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *