Indonesia memperingatkan tentang risiko virus Nipah yang dibawa oleh burung migran dan kelelawar.
Liga335 – Indonesia memperingatkan risiko virus Nipah dari burung dan kelelawar migran Kantor Karantina Kesehatan Indonesia di Pangkalpinang telah memperingatkan bahwa kelelawar dan burung migran yang datang dari negara-negara seperti India berpotensi membawa virus Nipah, patogen mematikan yang dapat menular ke manusia. “Penyakit Nipah harus dipantau secara ketat karena virus ini dapat menginfeksi manusia dengan tingkat kematian yang tinggi,” kata Agus Syah, kepala kantor Pangkalpinang, pada Sabtu.Agus menjelaskan bahwa cuaca dingin ekstrem di beberapa negara mendorong spesies migran untuk berpindah ke wilayah yang lebih hangat, termasuk Indonesia.
Dia mencatat bahwa puluhan burung dari Rusia baru-baru ini tiba di Jawa Timur, menyoroti bagaimana pergerakan satwa liar melintasi perbatasan dapat meningkatkan risiko.Dia memperingatkan bahwa kelelawar dari negara-negara yang terkena dampak dapat masuk ke hutan tropis Indonesia, di mana populasi kelelawar lokal mungkin menjadi inang bagi virus tersebut. “Indonesia memiliki banyak spesies kelelawar, yang dapat menjadi inang bagi virus Nipah akibat migrasi burung terinfeksi dari luar negeri,” katanya.
Meskipun kasus dugaan Nipah dilaporkan di Indonesia pada tahun 2025—di Riau, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Utara—semua hasil tes menunjukkan negatif. Namun, Agus menekankan bahwa iklim ekuatorial Indonesia membuatnya menjadi tempat singgah yang mungkin bagi satwa liar migran, sehingga memerlukan pemantauan ketat untuk mencegah potensi wabah. Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof.
Tjandra Yoga Aditama, mendesak Indonesia untuk mengadopsi langkah-langkah pencegahan serupa dengan yang telah diterapkan di negara-negara tetangga.Malaysia, Thailand, dan Singapura telah memperkenalkan langkah-langkah pengamanan untuk mengurangi risiko penularan virus Nipah. Virus Nipah, yang baru-baru ini menyebar di India, dapat menyebabkan penyakit pernapasan parah dan peradangan otak pada manusia.
Prof. Tjandra memperingatkan bahwa Indonesia harus mengantisipasi kemungkinan penularan dari manusia ke manusia, seperti yang diamati di India, dan memperkuat kesiapan sesuai dengan itu.