Indonesia menyetujui penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk skrining osteoporosis dari Taiwan.
Slot online terpercaya – Hingga 16 juta lansia Indonesia dilaporkan berisiko terkena osteoporosis. Kementerian Kesehatan Indonesia telah menyetujui perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan (AI) dari Taiwan untuk skrining kasus osteoporosis. VeriOsteo OP dari Acer Medical menggunakan AI untuk menganalisis densitas mineral tulang (BMD) dan memprediksi skor T pada gambar sinar-X.
Perangkat ini membantu tenaga medis dalam menilai kemungkinan kelainan pada BMD.
MENGAPA HAL INI PENTING Pemerintah Indonesia memperkirakan bahwa sekitar dua dari lima penduduknya berisiko mengalami osteoporosis. Kondisi ini dapat mempengaruhi hingga sepertiga wanita dan hampir tiga dari 10 pria, menurut data dari Asosiasi Osteoporosis Indonesia.
Selain itu, berdasarkan usia, orang Indonesia berusia sekitar 50 tahun paling berisiko mengalami osteoporosis.
Acer Medical dalam pernyataannya lebih lanjut menekankan bahwa sekitar 16 juta penduduk lanjut usia di negara ini berisiko mengalami kondisi terkait BMD abnormal. “Karena rendahnya kesadaran akan penyakit ini, banyak orang menunda atau menghindari mencari perawatan medis, sehingga melewatkan waktu kritis “periode intervensi dini,” klaimnya.
Kemenangan regulasi terbaru ini merupakan yang kedua bagi Acer Medical di Indonesia; VeriSee DR, perangkat lunak AI andalannya untuk mendeteksi retinopati diabetik, juga telah disetujui untuk digunakan di negara ini.
GAMBARAN PASAR Dalam beberapa tahun terakhir, rumah sakit di Indonesia semakin banyak menggunakan kecerdasan buatan (AI) dalam pencitraan medis untuk meningkatkan deteksi penyakit dan mendukung diagnosis klinis. Rumah Sakit Universitas Indonesia, misalnya, menjadi yang pertama mengadopsi perangkat X-ray mobile berteknologi AI untuk mendeteksi berbagai penyakit, sebagai bagian dari kemitraannya dengan Fujifilm pada 2022.
Awal tahun ini, mereka menandatangani kemitraan lain dengan Kakao Healthcare dari Korea Selatan untuk menguji coba aplikasi digital diabetes berteknologi AI.
Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada juga berkolaborasi dengan perusahaan Korea Selatan, Deepnoid, untuk menguji rangkaian solusi AI pencitraan medisnya guna mendukung diagnosis berbagai kondisi paru-paru dan otak. Pada Oktober ini, salah satu jaringan rumah sakit swasta terbesar di Indonesia, Siloam Hospital, ls, menandatangani kesepakatan baru untuk mempercepat implementasi kecerdasan buatan (AI) di berbagai departemen, termasuk patologi dan radiologi.
Selain rumah sakit, pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) juga menjadi sasaran adopsi AI. Khususnya, AI generatif saat ini sedang direncanakan untuk diimplementasikan di seluruh puskesmas di Kabupaten Sumedang.
Adopsi AI, di antara faktor lain, mendorong pertumbuhan pasar pencitraan medis di Indonesia, yang bernilai sekitar $370 juta pada 2023 dan diperkirakan akan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) 6% hingga 2030.