Produktivitas tenaga kerja kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia: menteri
Slot online terpercaya – Produktivitas tenaga kerja kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia: menteri Menteri Tenaga Kerja Yassierli menekankan bahwa rendahnya produktivitas tenaga kerja tetap menjadi hambatan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Fakta bahwa produktivitas tetap stagnan tidak dapat diterima,” ujarnya dalam dialog dengan alumni Universitas Andalas di Padang pada Sabtu. Menteri menyoroti bahwa sektor-sektor seperti pertanian, perdagangan, dan manufaktur, yang menyerap sebagian besar tenaga kerja, menunjukkan tingkat produktivitas yang relatif rendah.
Di sisi lain, sektor-sektor seperti pertambangan, properti, dan teknologi informasi dan komunikasi, meskipun mempekerjakan tenaga kerja yang lebih sedikit, menunjukkan tingkat produktivitas yang jauh lebih tinggi. Untuk mengatasi tantangan ini, Kementerian Tenaga Kerja telah menerapkan kebijakan pelatihan vokasi “triple skilling”, yang berfokus pada pelatihan, retraining, dan peningkatan keterampilan. Pendekatan multifaset ini sangat penting untuk beradaptasi dengan tuntutan industri modern yang terus berkembang.
Yassierli menjelaskan. Program-program peningkatan keterampilan dirancang untuk membekali pencari kerja dan lulusan baru dengan keterampilan yang diperlukan untuk memasuki pasar kerja dan mengurangi pengangguran. Inisiatif peningkatan keterampilan bertujuan untuk mendukung pekerja yang berisiko kehilangan pekerjaan dengan memberikan mereka keterampilan yang diperlukan untuk beralih ke peran baru.
Program-program peningkatan keterampilan, di sisi lain, berfokus pada peningkatan keterampilan dan kompetensi yang sudah ada pada tenaga kerja saat ini, sehingga meningkatkan produktivitas dan daya saing perusahaan.Sebanyak 63 persen industri telah mengidentifikasi kesenjangan yang signifikan antara keterampilan yang diperoleh lulusan universitas dan tuntutan pasar kerja Indonesia, kata Yassierli, menyoroti kebutuhan kritis akan program-program ini. Yassierli juga mencatat bahwa produktivitas Indonesia tertinggal dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya, dengan Vietnam sebagai contoh.
Penelitian menunjukkan bahwa 10 persen tenaga kerja Vietnam lulus dari lembaga pendidikan vokasi, kontras dengan Indonesia. Indonesia, di mana kurang dari satu persen tenaga kerja telah mengikuti pelatihan vokasi.