Indonesia Telah Mulai Melarang Emoji
Liga335 – Pemerintah Indonesia mendesak penghapusan emoji yang ramah LGBT… Indonesia mendesak platform media sosial untuk menghapus semua emoji yang berkonotasi LGBT… ya, kami benar-benar serius.
LINE, aplikasi pesan instan populer untuk smartphone, baru-baru ini menghapus koleksi emoji bertema LGBT-nya menyusul banjir keluhan dari 30 juta penggunanya di Indonesia. Ikon-ikon ‘menyinggung’ yang dimaksud adalah rangkaian emoji LGBT yang menampilkan pasangan sesama jenis berpegangan tangan dengan hati cinta di antara mereka. Umm…
kami menunggu bagian yang menyinggungnya… Homoseksualitas secara teknis legal di Indonesia, tetapi emoji-emoji tersebut menyebabkan ‘kegelisahan publik’, yang konon bertentangan dengan nilai-nilai konservatif negara dan mayoritas penduduk yang beragama Islam. Cuma mau memastikan, kita masih ngomongin soal emoji kan?
Setelah memuji LINE atas permintaan maaf publik dan penghapusan cepat gambar-gambar ‘menyinggung’ tersebut (yang jelas-jelas tidak menyinggung), pemerintah Indonesia telah meminta aplikasi-aplikasi besar seperti Facebook dan WhatsApp untuk ikut serta ard, dengan menghapus ikon-ikon ramah LGBT bagi pengguna di dalam negeri. Bukankah pemerintah Indonesia memiliki masalah yang lebih mendesak untuk ditangani? “Kami memiliki aturan sendiri, seperti nilai-nilai dan norma-norma agama, yang harus mereka hormati,” jelas Ismail Cawidu, juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Sayangnya, tidak ada undang-undang yang ada untuk melindungi warga Indonesia dari diskriminasi berbasis orientasi seksual, dan komunitas LGBT mereka terus-menerus berada di bawah ancaman, menghadapi serangan, pengusiran paksa, serta pemblokiran situs web organisasi hak-hak LGBT setiap hari. Menunjukkan orientasi gay secara terbuka masih dianggap tabu, dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir, menyerukan agar mahasiswa LGBT dilarang masuk kampus jika mereka melakukan PDA (public display of affection). Dikeluarkan dari universitas karena PDA…
apa lagi yang akan terjadi selanjutnya? Di provinsi lain di Indonesia, seperti Aceh, situasinya semakin parah, di mana homoseksualitas digambarkan sebagai pelanggaran yang dihukum dengan 100 cambukan, sementara beberapa kelompok Muslim mengusulkan hukuman mati sebagai balasan yang lebih pantas. T Fakta bahwa sebuah emoji bisa menimbulkan begitu banyak masalah terasa sangat konyol, dan hal itu hampir terasa lucu jika tidak begitu memilukan—namun kenyataannya memang memilukan, sangat memilukan.