Jumlah korban tewas akibat banjir dan tanah longsor di Indonesia melampaui 300 orang
Liga335 – Jumlah korban tewas akibat banjir dan tanah longsor di Indonesia melampaui 300 toggle caption BASARNAS/AP AGAM, Indonesia — Cuaca yang membaik pada hari Sabtu membantu tim penyelamat di Pulau Sumatra, Indonesia, menemukan lebih banyak jenazah saat mereka berupaya menjangkau beberapa wilayah yang dilanda tanah longsor dan banjir bandang yang menewaskan lebih dari 300 orang dan menyebabkan puluhan lainnya hilang. Beberapa wilayah di Sumatra, yang terkenal dengan hutan hujan lebatnya, gunung berapi, dan pegunungan, terputus akibat jalan yang rusak dan jaringan komunikasi yang putus, sehingga bergantung pada pesawat angkut untuk mengirimkan pasokan bantuan. Upaya penyelamatan juga terhambat oleh kurangnya peralatan berat.
Hujan muson selama seminggu terakhir menyebabkan sungai meluap. Banjir bandang menerjang desa-desa di lereng gunung, menghanyutkan warga, dan merendam ribuan rumah serta bangunan di tiga provinsi, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Pesan Sponsor: Jumlah korban tewas di Sumatera Utara meningkat menjadi 166, sementara 90 orang tewas di Sumatera Barat.
Tim penyelamat juga menemukan 47 jenazah di Aceh, kata Suharyanto, Kepala Nat Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Sekitar 59.660 keluarga yang mengungsi berlindung di tempat penampungan sementara milik pemerintah.
Pihak berwenang menggunakan teknik penyemaian awan, yang melibatkan penyebaran partikel ke dalam awan untuk memicu hujan, guna mengalihkan curah hujan dari wilayah-wilayah di mana upaya pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung, kata Suharyanto, yang menggunakan nama tunggal seperti kebanyakan orang Indonesia. Di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, hampir 80 orang dilaporkan hilang di tiga desa, tertimbun di bawah tonan lumpur dan batu. Ada kebutuhan mendesak akan alat berat untuk menjangkau korban yang mungkin selamat.
Kerabat menangis histeris saat menyaksikan tim penyelamat menarik jenazah dari sebuah rumah yang tertimbun di Desa Salareh Aia. toggle caption Reza Saifullah/AP Gambar juga menunjukkan tumpukan besar kayu gelondongan yang terdampar di Pantai Air Tawar, Sumatera Barat, memicu kekhawatiran publik atas kemungkinan penebangan liar yang mungkin berkontribusi terhadap bencana tersebut. Di Provinsi Aceh, di ujung utara Sumatra, pihak berwenang mengalami kesulitan dalam mengerahkan traktor dan alat berat lainnya.
Ratusan Ratusan anggota polisi, tentara, dan warga menggali puing-puing dengan tangan kosong, sekop, dan cangkul saat hujan lebat mengguyur wilayah tersebut. “Jumlah korban tewas diperkirakan akan terus bertambah, karena banyak jenazah yang masih hilang, sementara banyak korban lainnya belum terjangkau,” kata Suharyanto, kepala badan penanggulangan bencana pemerintah, yang seperti kebanyakan orang Indonesia hanya menggunakan satu nama. Pesan Sponsor Laporan TV menunjukkan dua penyelamat berjuang melawan arus yang kuat di perahu karet kecil, bergerak menuju seorang pria yang berpegangan pada pohon kelapa.
“Ada banyak tantangan,” kata Gubernur Aceh Muzakir Manaf setelah mengumumkan keadaan darurat hingga 11 Desember untuk menangani bencana. “Kami harus segera melakukan banyak hal, tetapi kondisi tidak memungkinkan kami untuk melakukannya.” Media lokal melaporkan bahwa banjir bandang di Kabupaten Bireuen, Aceh, telah merobohkan jembatan, menghentikan transportasi dua arah dari Kota Medan di Sumatera Utara ke Banda Aceh, dan memaksa warga menyeberangi sungai dari desa ke desa dengan perahu.
Ini adalah bencana alam terbaru yang melanda Indonesia, yang sering dilanda oleh gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami karena letaknya di “Cincin Api,” sebuah busur gunung berapi dan patahan di Cekungan Pasifik. Hujan musiman sering kali menyebabkan banjir dan tanah longsor di Indonesia, sebuah negara kepulauan yang terdiri dari 17.000 pulau, di mana jutaan orang tinggal di daerah pegunungan atau di dekat dataran banjir yang subur.