Russell Simmons Dituduh Memanfaatkan Masa Pensiunnya di Indonesia untuk Menghindari Gugatan Pelecehan Seksual di AS

Russell Simmons Dituduh Memanfaatkan Masa Pensiunnya di Indonesia untuk Menghindari Gugatan Pelecehan Seksual di AS

Russell Simmons Dituduh Memanfaatkan Masa Pensiunnya di Indonesia untuk Menghindari Gugatan Pelecehan Seksual di AS

Liga335 – Berita Selebriti: Russell Simmons Dituduh Memanfaatkan Masa Pensiun di Indonesia untuk Menghindari Gugatan Pelecehan Seksual di AS. Simmons menjual properti terakhirnya di AS pada tahun 2021 dan kini menetap secara permanen di Bali, menurut Jane Doe. Russell Simmons dikritik oleh salah satu pelapornya yang menduga ia pindah ke Bali, Indonesia, hanya untuk menghindari pertanggungjawaban atas gugatan pelecehan seksualnya di AS.

Seorang mantan karyawan Def Jam yang menggugat pendiri label tersebut dengan tuduhan bahwa ia memperkosanya di apartemennya di Kota New York pada pertengahan tahun 90-an baru-baru ini mengajukan dokumen hukum yang diperoleh Rolling Stone. Dalam pengajuan pada 1 November, ia meminta hakim untuk menolak klaim Simmons bahwa ia tidak dapat digugat di New York karena statusnya sebagai warga negara AS yang “tanpa kewarganegaraan”, yang kini “pensiun” di Indonesia dengan visa pensiun yang diberikan oleh otoritas Indonesia. “Terdakwa melarikan diri dari yurisdiksi pengadilan untuk menghindari pertanggungjawaban atas perbuatannya,” bunyi pengajuan baru tersebut.

Jane Doe berargumen bahwa pengadilan seharusnya “serius mempertimbangkan “pertanyaan” mengenai kebenaran pernyataan Simmons pada 18 Oktober, yang menyatakan bahwa ia telah menjual properti terakhirnya di AS pada tahun 2021 dan kini menetap secara permanen di Bali. Ia merujuk pada kesaksian yang diberikan Simmons pada September 2023, di mana ia mengakui bahwa ia masih aktif bekerja dan mempertahankan hubungan dengan New York melalui sebuah apartemen di Manhattan yang disewanya untuk anak-anaknya, serta ruang kantor yang ia pertahankan untuk perusahaannya, Russell Simmons TV (RSTV, Inc.), di Midtown Manhattan.

Penggugat menegaskan bahwa penyelidikan menunjukkan bahwa Simmons memiliki saham kepemilikan atas properti tersebut. “Ia bersaksi bahwa ia sedang membangun kerajaan bisnis dan membutuhkan mitra untuk proyek-proyeknya saat ini, namun upayanya di Dubai dan Singapura terhambat karena klausul moral yang diwajibkan oleh negara-negara tersebut,” demikian tertulis dalam berkas gugatan barunya. Ia juga menyoroti koneksi bisnis Simmons lainnya di AS, termasuk kepemilikannya atas Gdas Bali Health and Wellness Resort di Indonesia, yang ia miliki bersama investor Amerika, serta perannya sebagai sebagai figur simbolis bagi perusahaan media global Gushcloud.

Jane Doe menunjuk pada aktivitas bisnis Simmons yang masih berlangsung sebagai bukti yang mengindikasikan bahwa ia mungkin berbohong mengenai klaim pensiunnya. “Membangun kerajaan bisnis secara aktif berarti terdakwa tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan visa pensiun di Indonesia,” demikian tertulis dalam berkas gugatan tersebut. “Setiap visa pensiun yang diajukan memerlukan sertifikasi ulang setiap beberapa tahun bahwa seseorang memang sudah pensiun.

Membangun kerajaan bisnis dan status pensiun adalah dua hal yang saling bertentangan.” Meskipun Simmons mengklaim telah tinggal sepenuhnya di Indonesia sejak 2018, Jane Doe mengutip wawancara yang dilakukannya dengan AllHipHop awal tahun ini, di mana ia membantah klaim bahwa ia melarikan diri dari negara ini untuk menghindari para wanita yang menuduhnya melakukan pelecehan seksual. “Orang-orang yang mengatakan bahwa saya entah bagaimana tidak bisa pulang padahal saya selalu ada di sana membuat saya lelah,” kata Simmons pada bulan Mei.

“Setelah beberapa waktu, saya lelah terus mendengar narasi yang sama, yang sebenarnya tidak benar. Saya selalu berada di LA, saya selalu berada di New York dan Miami.” Gugatan tersebut menyebutkan Jane Doe sebagai salah satu dari lebih dari 2 0 perempuan yang telah menuduh Simmons melakukan pelecehan seksual atau pelecehan, tuduhan yang terus ia bantah dengan mengutip sembilan tes pendeteksi kebohongan yang menurutnya telah ia lalui, meskipun keberadaan tes-tes tersebut belum terverifikasi di luar pernyataan sang pengusaha sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *