Indonesia menyambut baik gencatan senjata antara AS dan Iran serta pembukaan kembali Selat Hormuz
Taruhan bola – Indonesia menyambut baik gencatan senjata AS-Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz
Berita terkait: Indonesia memulai pembicaraan untuk menjamin kelancaran pelayaran kapal tanker melalui Selat Hormuz
Jakarta (ANTARA) – Indonesia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara AS dan Iran yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz untuk sementara waktu. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang mengatakan langkah tersebut mencerminkan keterbukaan pihak-pihak yang bertikai untuk menempuh jalur diplomasi. “”Indonesia memandang momentum ini sebagai awal yang positif dan mendorong pemanfaatan optimal peluang ini untuk mewujudkan penyelesaian damai yang berkelanjutan,” katanya di sini pada Rabu.
Ia menekankan bahwa dialog dan diplomasi adalah satu-satunya cara untuk menyelesaikan konflik di kawasan Teluk. Mewengkang melanjutkan bahwa kontribusi Indonesia dalam meredakan ketegangan akan didasarkan secara khusus pada pendekatan diplomatik ini. Indonesia juga akan terus mendukung upaya diplomatik konstruktif untuk mencapai penyelesaian yang lebih permanen terhadap konflik tersebut.
Juru bicara tersebut mengatakan upaya-upaya ini harus p “Prioritaskan kepentingan masyarakat sipil untuk memastikan perdamaian yang langgeng. Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl A. Mulachela mengatakan gencatan senjata ini membuka peluang bagi normalisasi lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.”
“Dengan perkembangan ini, kami berharap hal ini dapat berkembang menjadi penyelesaian konflik yang lebih permanen dan memberikan dampak positif bagi kepentingan kami,” ujarnya. Mulachela mencatat bahwa gencatan senjata ini akan menguntungkan baik kebebasan navigasi maupun stabilitas maritim global di masa depan. Ia menilai bahwa perkembangan ini memiliki implikasi tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi kawasan Teluk dan dunia.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu dan menyatakan bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka untuk lalu lintas kapal.Menyusul pengumuman tersebut, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran mengonfirmasi bahwa pembicaraan dengan AS akan dimulai pada Jumat, 10 April, di Islamabad, Pakistan. Iran juga menyatakan bahwa proposal gencatan senjata 10 poinnya dianggap oleh AS sebagai dasar untuk negosiasi .