Prabowo Memaparkan Prestasi-Prestasinya, Sebut Indonesia Aman dari Konflik Global

Prabowo Memaparkan Prestasi-Prestasinya, Sebut Indonesia Aman dari Konflik Global

Prabowo Memaparkan Prestasi-Prestasinya, Sebut Indonesia Aman dari Konflik Global

Liga335 daftar – TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan paparan kepada Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, 8 April 2026. Ketua Partai Gerindra itu membuka pidatonya dalam acara rapat kerja tersebut dengan membahas pencapaian pemerintah.

Di hadapan para pembantunya, Prabowo membahas pencapaian pemerintah selama hampir 1,5 tahun masa jabatannya. “Pada tahun pertama kami, tak dapat dipungkiri bahwa kami telah mencapai tonggak sejarah yang signifikan,” kata Prabowo. Ia menilai bahwa pemerintahannya telah meraih kesuksesan di tengah ketidakpastian dan konflik di dunia.

Prabowo menyatakan bahwa konflik di berbagai wilayah telah menyebabkan ketidakstabilan di dunia. Prabowo mengundang seluruh menteri, wakil menteri, kepala dan wakil kepala lembaga, serta pejabat tinggi dan direktur perusahaan negara. Ratusan pejabat hadir di Istana Kepresidenan pada Rabu lalu.

Berikut adalah beberapa poin penting dari paparan Prabowo yang berlangsung selama hampir 60 menit dari podium Hmm. Ada Kelompok-Kelompok Orang yang Tidak Mau Bekerja Sama Mantan Menteri Pertahanan itu menyoroti kelompok-kelompok di Indonesia yang menurutnya tidak bersedia bekerja sama. Prabowo mengibaratkan mereka sebagai orang-orang yang tidak mau ikut serta dalam pembangunan jembatan di desa.

“Ada fenomena yang kita semua rasakan, bahwa ada kelompok-kelompok di masyarakat kita, saudara-saudari kita, sesama warga negara, keluarga besar Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang memiliki sikap yang bisa dikatakan sangat tidak kooperatif,” katanya. Meskipun demikian, Prabowo menyatakan bahwa ia tidak mempermasalahkan kondisi ini. Namun, ia terkejut dengan orang-orang yang mengkritik pembangunan jembatan padahal mereka tidak mau ikut serta.

Terlebih lagi, katanya, kritik tersebut diungkapkan dengan kata-kata kasar. “Kamu, kamu bodoh. Kayunya salah, tidak seharusnya di sana.

Paku-nya salah, seharusnya di sini. Rantai-nya salah,” Prabowo mencontohkan para kritikus. Terus-menerus mengkritik, menurut Prabowo, tidak akan c Menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut.

Oleh karena itu, Prabowo berpendapat bahwa masyarakat yang ingin turut serta dalam pembangunan jembatan tersebut tidak perlu merasa cemas. Tidak Ada Masalah dengan Pemakzulan Mantan Panglima Komando Pasukan Khusus tersebut menyatakan bahwa ia tidak mempermasalahkan wacana pemakzulan atau pemberhentian presiden. Namun, katanya, mekanismenya harus sesuai dengan prosedur demokrasi di Indonesia.

Awalnya, ia membahas konsensus di Indonesia yang memilih demokrasi sebagai sistem kenegaraan. Prabowo mengatakan kesepakatan demokrasi tersebut telah tercapai sejak era para pendiri bangsa. “Jadi, saudara-saudari, dalam kondisi ini, kita selalu berpegang pada konsensus besar.

Kita telah memilih untuk menjadi demokrasi,” kata Prabowo. Dalam sistem demokrasi, katanya, pemerintahan yang dianggap tidak baik dapat diganti. Caranya adalah melalui mekanisme yang baik dan damai melalui pemilihan umum.

Selain itu, mekanisme lain untuk mengganti pemerintahan dalam demokrasi y adalah melalui pemakzulan. “Bisa juga melalui pemakzulan, tidak ada masalah. Namun pemakzulan harus melalui jalur yang semestinya,” katanya.

Dalam mekanisme pemakzulan, Prabowo mengatakan bahwa berbagai cabang kekuasaan harus terlibat. Hal ini mencakup pengujian di Mahkamah Konstitusi, persetujuan dari Majelis Permusyawaratan Rakyat, dan pengambilan keputusan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. Prabowo menyoroti bahwa beberapa presiden Indonesia telah mundur melalui mekanisme pemakzulan.

Di antaranya adalah Presiden Pertama Soekarno dan Presiden Keempat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Prabowo juga menyebut Presiden Kedua Soeharto, yang mengundurkan diri setelah serangkaian demonstrasi pada tahun 1998, dan mundur dari jabatannya secara damai. Indonesia Aman Jika Perang Dunia III Terjadi Prabowo mengatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara teraman jika Perang Dunia III terjadi karena ia menganggap kondisi Indonesia lebih baik daripada kebanyakan negara lain.

“Sekarang jika Perang Dunia III terjadi, whi “Negara mana yang aman? Indonesia termasuk yang teratas,” kata Prabowo. Prabowo mengatakan bahwa ia tidak percaya kondisi Indonesia saat ini suram.

Narasi “Indonesia Gelap” pernah menjadi slogan salah satu demonstrasi yang menentang kebijakan pemerintahan Prabowo pada awal 2025. Prabowo memberikan contoh yang menurutnya menunjukkan keamanan di Indonesia. Di Bali, katanya, terdapat banyak warga Rusia dan Ukraina padahal kedua negara tersebut sedang berperang.

Menurut Prabowo, perang terjadi di mana-mana. “Bagi saya, tidak ada Indonesia yang gelap. Indonesia tetap cerah saat banyak negara sedang dalam kesulitan,” katanya.

Prabowo menyoroti perang yang juga terjadi di Timur Tengah. Prabowo mempertanyakan ke mana uang dan modal di Timur Tengah akan berpindah di tengah kondisi tersebut. Ia melihat ini sebagai peluang bagi Indonesia yang tidak sedang mengalami perang.

Indonesia, katanya, adalah salah satu tujuan investasi yang paling diminati. Kritik Keras Kepala Negara menyebut bangsa Iran sebagai bangsa yang keras kepala. Prabowo menyampaikan pandangannya tersebut setelah Iran menghadapi serangan dari Amerika Serikat dan Israel selama hampir enam minggu sejak akhir Februari 2026.

Namun, ia awalnya membahas berbagai kritik yang ditujukan kepadanya, salah satunya menuduhnya sebagai sosok yang keras kepala. “Terkadang, sikap keras kepala dibutuhkan dalam suatu pekerjaan,” kata Prabowo. Prabowo kemudian mengutip bangsa Iran, yang menurutnya juga keras kepala.

“Sekarang orang-orang mengatakan bahwa rakyat Iran keras kepala, pejuang Iran keras kepala,” katanya. Menurut Prabowo, bangsa Iran keras kepala meskipun mereka sering menghadapi ancaman. “Terus-menerus terancam, mereka ingin dimusnahkan.

(Tapi) saya tidak ikut campur dalam politik dalam negeri negara lain,” katanya. Prabowo kemudian menyatakan bahwa sikap keras kepala terkadang diperlukan bagi sebuah bangsa. Ia membandingkannya dengan sikap para pendiri bangsa Indonesia.

“Para pendiri bangsa kita keras kepala, lebih memilih mati daripada dijajah lagi. Para pemimpin kita keras kepala. Merah putih (bendera ) adalah hal yang sakral.

Ini bukan masalah yang bisa dinegosiasikan,” kata Prabowo. Sultan Abdurrahman turut berkontribusi dalam artikel ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *