Indonesia meluncurkan program pelatihan kejuruan nasional untuk 10.000 pekerja
Liga335 daftar – Indonesia meluncurkan program pelatihan kejuruan nasional untuk 10.000 pekerja Jakarta () – Indonesia telah meluncurkan tahap pertama Program Pelatihan Kejuruan Nasional 2026, dengan lebih dari 10.000 peserta memulai kursus di seluruh negeri untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja dan penempatan kerja.
Menteri Tenaga Kerja Yassierli mengatakan gelombang pertama dimulai secara serentak pada 1 April, yang mencerminkan minat publik yang kuat, dengan 29.850 pelamar mendaftar melalui platform Skillhub milik pemerintah. “Antusiasme publik terhadap program ini tinggi, dengan total 29.
850 pelamar pada tahap pertama,” katanya dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta. Dari para pendaftar tersebut, 10.405 orang terpilih, termasuk 5.
833 melalui proses seleksi kompetitif dan 4.572 melalui kemitraan afirmatif dengan organisasi industri dan masyarakat. Peserta tersebar di 21 pusat pelatihan kejuruan (BLK) yang dikelola pemerintah, 13 unit pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Pelatihan Kerja dan Pengembangan Produktivitas, serta 46 unit di tingkat lokal pusat pelatihan yang dikelola pemerintah (BLK UPTD).
Yassierli mengatakan bahwa pelatihan kejuruan tetap menjadi prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempercepat penyerapan tenaga kerja di ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Program ini menargetkan 70.000 peserta sepanjang tahun 2026, yang didanai oleh anggaran negara, sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengatasi pengangguran dan kesenjangan keterampilan.
Ia mengatakan bahwa peluncuran serentak ini bertujuan untuk memastikan akses yang setara bagi para pencari kerja di seluruh negeri guna meningkatkan kompetensi mereka. “Dengan sistem ini, kami ingin memastikan setiap pencari kerja memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan keterampilan mereka,” katanya. Program ini dirancang agar inklusif, menawarkan kesempatan yang sama bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam program pelatihan.
Sekitar 50 persen peserta pada gelombang pertama telah mendapatkan komitmen penempatan kerja setelah menyelesaikan pelatihan, yang menunjukkan keselarasan yang kuat antara hasil pelatihan dan permintaan industri. Peserta menerima pelatihan gratis, makanan, dukungan transportasi, asuransi kecelakaan kerja, dan asuransi kematian asuransi, pelatihan, dan sertifikat kompetensi dari Badan Sertifikasi Profesi Nasional, serta fasilitas asrama untuk program-program tertentu. “Dukungan ini sangat penting untuk memastikan para peserta dapat fokus belajar tanpa beban finansial,” kata Yassierli.