Indonesia siap menghadapi El Niño berkat kelebihan produksi beras: kata menteri
Liga335 – Indonesia siap menghadapi El Niño berkat surplus beras: menteri
Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa negara ini telah mencapai surplus dalam swasembada beras dan siap menghadapi El Niño, dengan komoditas tersebut menjadi tolok ukur utama bagi ketahanan pangan nasional. “Negara ini tidak lagi mengimpor beras kelas menengah, yang menandakan swasembada penuh. Surplus ini telah dicapai dalam waktu satu tahun dari rencana empat tahun Presiden,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada hari Jumat.
Ia mencatat bahwa swasembada tercapai ketika produksi dalam negeri oleh petani dan peternak memenuhi kebutuhan konsumsi nasional. Indonesia telah mencapai swasembada tidak hanya dalam beras, meskipun komoditas tersebut tetap menjadi tolok ukur utama karena mendominasi konsumsi harian. “Kondisi pangan aman, dengan beras menyumbang lebih dari 50 persen asupan harian.
Kami juga swasembada dalam telur, ayam, jagung pakan, bawang merah, dan cabai. Indonesia juga merupakan pemasok utama minyak goreng,” katanya. Hal ini.
Hal ini sejalan dengan Pola Pola Konsumsi Pangan (PPH) Indonesia Tahun 2025, yang menunjukkan bahwa sereal menyumbang lebih dari 50 persen dari total asupan. Makanan hewani menyumbang 12,7 persen, minyak dan lemak 12,4 persen, sayuran dan buah-buahan 6,8 persen, serta gula 4 persen, sedangkan sisanya terdiri dari kacang-kacangan, umbi-umbian, dan kelompok makanan lainnya.Berdasarkan kondisi tersebut, Amran menyatakan optimisme bahwa Indonesia dapat mengelola dampak El Niño, didukung oleh kebijakan pemerintah yang kuat di sektor pangan.
“Krisis pangan global yang terkait dengan El Niño dapat dikelola. Indonesia berada dalam posisi yang kuat dibandingkan dengan negara lain. Kami sudah swasembada protein dan karbohidrat, dengan kapasitas surplus untuk ekspor,” katanya.
Sementara itu, cadangan beras pemerintah mencapai 4,8 juta ton per pertengahan April 2026 dan diproyeksikan mencapai 5 juta ton dalam seminggu, menandai level tertinggi dalam catatan.