BPS: Rasio Gini Indonesia Turun, Ketimpangan di Perkotaan Tetap Tinggi
Slot online terpercaya – TEMPO.CO, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa tingkat ketimpangan pendapatan Indonesia, atau Rasio Gini, turun menjadi 0,363 poin per September 2025 dibandingkan dengan angka yang tercatat pada Maret 2025. “Pada September 2025, ketimpangan berada pada angka 0,363, turun 0,012 poin dari Maret 2025,” kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta pada Kamis, 5 Februari 2026, seperti dilaporkan Antara.
Tingkat ketimpangan pendapatan diukur menggunakan Rasio Gini pada skala 0 hingga 1. Semakin tinggi Rasio Gini, semakin tinggi tingkat ketimpangan dalam masyarakat. Amalia menjelaskan bahwa, secara regional, ketimpangan di daerah perkotaan tetap lebih tinggi dibandingkan dengan daerah pedesaan.
Menurut BPS, Rasio Gini di daerah perkotaan sebesar 0,383, turun 0,012 poin dibandingkan Maret 2025. Sementara itu, ketimpangan di daerah pedesaan tercatat sebesar 0,295, yang lebih rendah 0,004 poin dibandingkan Maret 2025. BPS mencatat bahwa pada September 2025, provinsi dengan Rasio Gini tertinggi adalah Papua Selatan sebesar 0,426.
, sementara rasio Gini terendah tercatat di Kepulauan Bangka Belitung sebesar 0,214. Selain rasio Gini, ukuran ketidaksetaraan lain yang digunakan adalah persentase pengeluaran kelompok pendapatan 40 persen terbawah, yang dikenal sebagai ukuran Bank Dunia. Pada September 2025, porsi pengeluaran untuk 40 persen kelompok pendapatan terendah tercatat sebesar 19,28 persen, meningkat 0,63 persen dibandingkan 18,65 persen pada Maret 2025, dan meningkat 0,87 persen dibandingkan 18,41 persen pada September 2024.
Secara regional, pada September 2025, persentase pengeluaran untuk kelompok pendapatan terendah 40 persen di daerah perkotaan tercatat sebesar 18,32 persen. Angka ini meningkat sebesar 0,68 persen dibandingkan dengan 17,64 persen pada Maret 2025, dan meningkat sebesar 0,88 persen dibandingkan dengan 17,44 persen pada September 2024. Sementara itu, di daerah pedesaan, persentase pengeluaran untuk kelompok pendapatan terendah 40 persen pada September 2025 tercatat sebesar 22,09 persen.
Angka ini meningkat sebesar 0,34 persen dibandingkan dengan 21,75 persen pada Maret 20 25, dan meningkat sebesar 0,70 persen dibandingkan dengan 21,39 persen pada September 2024.