Indonesia akan mempercepat proses demutualisasi bursa saham setelah penurunan IHSG.

Indonesia akan mempercepat proses demutualisasi bursa saham setelah penurunan IHSG.

Indonesia akan mempercepat proses demutualisasi bursa saham setelah penurunan IHSG.

Liga335 – TEMPO.CO, Jakarta – Pemerintah Indonesia berencana mempercepat proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusul penurunan tajam di pasar saham domestik yang dipicu oleh sentimen negatif dari penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan penurunan peringkat oleh lembaga keuangan besar.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan langkah ini merupakan bagian dari reformasi struktural yang lebih luas untuk memperkuat pasar modal Indonesia dan meningkatkan tata kelola di bursa.

“Ini adalah transformasi struktural yang bertujuan untuk mengurangi konflik kepentingan di dalam bursa saham, antara pengelola bursa dan anggota bursa, serta mencegah praktik pasar yang tidak sehat,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Gedung Danantara, Jakarta, pada Jumat, 30 Januari 2026.
Pengumuman ini datang setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia turun pada awal pekan ini, menyusul penilaian kritis MSCI terhadap I Pasar Indonesia, serta penurunan peringkat terpisah oleh UBS Group AG dan Goldman Sachs. Airlangga mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan untuk mempercepat proses demutualisasi dalam tahun ini.

Demutualisasi merujuk pada konversi bursa saham dari organisasi yang dimiliki oleh anggotanya menjadi perusahaan yang berorientasi profit dengan pemisahan yang jelas antara kepemilikan, manajemen, dan peserta perdagangan.
Menurutnya, proses ini juga akan membuka peluang investasi baru, termasuk potensi partisipasi dana kekayaan negara (SWF) Indonesia dan investor institusional lainnya. “Demutualisasi bursa saham sudah diamanatkan dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan,” kata Airlangga, merujuk pada Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (FSDSA).

“Pada fase berikutnya, bursa saham diharapkan akan bergerak menuju menjadi perusahaan yang terdaftar di bursa saham.”
Pemerintah juga telah berjanji untuk memperkuat perlindungan investor dan meningkatkan transparansi di pasar modal. t.

“Pemerintah menjamin perlindungan bagi semua investor dengan memperkuat tata kelola dan memastikan transparansi informasi,” tambah Airlangga. Terpisah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan penyelesaian demutualisasi IDX pada paruh pertama tahun 2026. Namun, rancangan peraturan pemerintah (RPP) yang mengatur proses demutualisasi masih dalam pembahasan.

MSCI sebelumnya menyoroti beberapa masalah struktural di pasar modal Indonesia, termasuk rendahnya free float perusahaan terdaftar. Free float merujuk pada proporsi saham yang tersedia untuk diperdagangkan secara publik.
Menurut MSCI, rata-rata free float di Indonesia masih di bawah 15 persen, ambang batas yang dianggap penting untuk aksesibilitas pasar dan likuiditas.

MSCI juga menyoroti kekhawatiran terkait transparansi kepemilikan saham yang terbatas, dengan peringatan bahwa kondisi ini dapat menyebabkan pembentukan harga yang distorsi di pasar. Sebagai tanggapan, Airlangga mengatakan bahwa OJK dan IDX diharapkan secara bertahap meningkatkan Persyaratan free float akan dinaikkan dari tingkat saat ini sekitar 7,5 persen menjadi 15 persen, sesuai dengan ekspektasi MSCI. “Tingkat ini sebenarnya sebanding dengan praktik di beberapa negara lain, karena free float Indonesia selama ini sangat rendah,” katanya.

Airlangga membandingkan situasi Indonesia dengan pasar regional dan global. Thailand, katanya, menerapkan persyaratan free float minimum yang serupa. Pasar lain seperti Singapura, Filipina, dan Inggris memiliki tingkat minimum sekitar 10 persen.

Sementara itu, ambang batas yang lebih tinggi hingga 25 persen diterapkan di pasar seperti Malaysia, Hong Kong, dan Jepang.
Pemerintah berharap bahwa percepatan demutualisasi dan peningkatan tingkat free float akan memulihkan kepercayaan investor, meningkatkan kredibilitas pasar, dan memperkuat posisi Indonesia di pasar modal global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *