Indonesia akan memperoleh tambahan 12% saham Freeport dalam kesepakatan baru.

Indonesia akan memperoleh tambahan 12% saham Freeport dalam kesepakatan baru.

Indonesia akan memperoleh tambahan 12% saham Freeport dalam kesepakatan baru.

Slot online terpercaya – TEMPO.CO, Jakarta – Perusahaan pertambangan Amerika Serikat, Freeport-McMoRan, telah setuju untuk memperpanjang hak operasi PT Freeport Indonesia (PTFI) di Papua melampaui tahun 2041. Perjanjian ini ditandatangani dengan pemerintah Indonesia melalui Memorandum of Understanding (MoU) yang mengatur kelanjutan aktivitas pertambangan di Kawasan Mineral Grasberg.

Salah satu poin utama dalam perjanjian ini adalah peningkatan porsi kepemilikan pemerintah Indonesia. Pada tahun 2041, Freeport akan mentransfer tambahan 12% saham PTFI kepada pemerintah tanpa biaya. Namun, pihak penerima tetap bertanggung jawab untuk mengganti biaya investasi secara proporsional berdasarkan nilai buku untuk investasi yang manfaatnya berlanjut setelah 2041.

“Freeport akan mempertahankan kepemilikan sahamnya di PTFI sebesar 48,76% hingga 2041 dan akan memegang sekitar 37% mulai 2042,” kata Freeport-McMoRan dalam siaran pers resmi pada Kamis, 19 Februari 2026. Perpanjangan operasi ini akan dilaksanakan melalui perpanjangan. Perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PTFI untuk menyesuaikan dengan umur cadangan tambang.

Langkah ini memberikan kepastian hukum bagi operasi pertambangan Grasberg untuk dua dekade ke depan. Namun, implementasinya masih menunggu penerbitan IUPK yang direvisi oleh pemerintah Indonesia. Ketua Dewan Direksi Freeport, Richard C.

Adkerson, menyatakan bahwa mereka menghargai kemitraan jangka panjang dengan pemerintah Indonesia. Menurutnya, operasi Grasberg telah memberikan manfaat luas bagi berbagai pemangku kepentingan. “Dan perpanjangan ini akan memberikan kesempatan untuk terus membangun nilai yang substansial bagi semua pemangku kepentingan di salah satu cadangan tembaga dan emas terbesar di dunia,” kata Adkerson.

Selain pengaturan saham dan perizinan, Freeport juga menyatakan komitmen tambahan kepada masyarakat Papua. Perusahaan akan meningkatkan dukungan sosial, termasuk mendanai pembangunan rumah sakit dan dua fasilitas pendidikan medis. Secara operasional, PTFI berencana Untuk meningkatkan pengeluaran eksplorasi guna mencari cadangan baru dan membuka peluang ekspansi jangka panjang.

Di sektor hilir, perusahaan menekankan prioritasnya untuk memproses dan menjual produk secara domestik, termasuk tembaga olahan, logam mulia, asam sulfat, dan turunannya. Freeport juga membuka kemungkinan untuk memperluas pemasaran tembaga olahan ke Amerika Serikat, sesuai mekanisme pasar, jika permintaan pasokan meningkat di negara tersebut. Perusahaan memastikan bahwa struktur tata kelola dan operasional saat ini, termasuk ketentuan dalam perjanjian pemegang saham dan IUPK, akan dipertahankan sepanjang masa cadangan tambang.

Saat ini, pemerintah Indonesia memegang 51,2% saham PT Freeport Indonesia melalui MIND ID. Dengan komitmen untuk mentransfer 12% saham, pemerintah Indonesia akan memegang 63% saham perusahaan pertambangan yang berlokasi di kawasan Papua Pegunungan pada tahun 2041.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *