Indonesia Aman di Tengah Konflik Timur Tengah, Kata Wakil Menteri

Indonesia Aman di Tengah Konflik Timur Tengah, Kata Wakil Menteri

Indonesia Aman di Tengah Konflik Timur Tengah, Kata Wakil Menteri

Liga335 – TEMPO.CO, Jakarta – Wakil Menteri Pertahanan Marsekal Udara (Purn.) Donny Ermawan Taufanto menyatakan bahwa situasi di Indonesia tetap aman meskipun konflik di Timur Tengah semakin memanas.

Wakil Menteri tersebut mencatat bahwa masyarakat Indonesia masih dapat melaksanakan puasa Ramadan tanpa ancaman keamanan. “Alhamdulillah, situasi di Indonesia masih aman, berbeda dengan situasi di Timur Tengah saat ini, di mana suasana tidak memungkinkan untuk merasakan Ramadan seperti di Indonesia,” ujarnya saat membuka bazaar Idul Fitri di kompleks Kementerian Pertahanan di Jakarta pada Selasa, 10 Maret 2026. Donny menyatakan bahwa lingkungan yang aman di Indonesia di tengah perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel adalah berkah dari Allah.

“Ini juga merupakan berkah yang harus kita syukuri,” tambahnya. Di sisi lain, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengeluarkan telegram yang menyatakan Tingkat Siaga I untuk semua unit pertahanan di Indonesia pada 1 Maret 2026. Keputusan tersebut mengharuskan semua unit militer untuk tetap siaga tinggi guna mengantisipasi ancaman domestik di tengah konflik yang semakin memanas di Timur Tengah.

Telegram tersebut menegaskan bahwa TNI perlu mempersiapkan personel dan sistem senjata utama. Militer juga harus melakukan patroli di objek vital strategis dan pusat ekonomi, termasuk bandara, pelabuhan, stasiun kereta api, dan terminal bus. Selain itu, terdapat perintah bagi Komando Militer Daerah Jakarta (Kodam Jaya/Jayakarta) untuk melakukan patroli dan mengamankan kantor kedutaan asing di Jakarta.

Unit intelijen juga telah dimobilisasi untuk mendeteksi dan mencegah kelompok-kelompok yang memanfaatkan situasi di Timur Tengah untuk menimbulkan kekacauan domestik. Kepala Pusat Informasi TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasrullah tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai ancaman spesifik yang disebutkan atau durasi implementasi Tingkat Siaga I. Ia hanya menjelaskan bahwa deklarasi tersebut bertujuan untuk mengantisipasi perkembangan internasional, regional, dan nasional.

“Oleh karena itu, TNI harus menjaga kesiapan operasional yang tinggi, salah satunya dengan melakukan pemeriksaan kesiapan rutin,” kata Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasrullah saat dihubungi pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *