Indonesia Bertekad Menghentikan Impor Bahan Bakar pada Tahun 2029

Indonesia Bertekad Menghentikan Impor Bahan Bakar pada Tahun 2029

Indonesia Bertekad Menghentikan Impor Bahan Bakar pada Tahun 2029

Slot online terpercaya – TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Indonesia Prabowo Subianto berupaya menghentikan seluruh impor bahan bakar dalam dua hingga tiga tahun ke depan guna memperkuat kemandirian energi nasional. “Mungkin dalam dua atau tiga tahun, kita tidak perlu lagi mengimpor bahan bakar sama sekali,” kata Prabowo dalam peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial listrik di Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis.

Target tersebut akan dicapai melalui program elektrifikasi 100 gigawatt yang diharapkan selesai dalam dua tahun. Program ini mencakup penutupan 13 pembangkit listrik berbahan bakar diesel milik PT PLN yang saat ini mengonsumsi bahan bakar dalam jumlah besar. Penutupan pembangkit listrik berbahan bakar diesel tersebut diperkirakan akan menghemat hingga 200.

000 barel bahan bakar diesel per hari, menurut Prabowo. Saat ini, Indonesia mengimpor satu juta barel bahan bakar setiap hari, sehingga pengurangan penggunaan diesel akan menurunkan ketergantungan impor sebesar 20 persen. Selain mengelektrifikasi pembangkit listrik, pemerintah juga mempromosikan kendaraan listrik dan pemanfaatan sumber energi terbarukan lainnya.

Sumber-sumber tersebut mencakup pengolahan minyak kelapa sawit dan minyak goreng bekas menjadi bahan bakar penerbangan guna semakin mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Prabowo menekankan bahwa investasi besar-besaran akan dialokasikan untuk pengembangan pusat pengolahan atau kilang guna mendukung transformasi ini. “Kita akan mandiri, kita akan kuat, kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri,” kata presiden, seperti dikutip dari Antara.

Prabowo meresmikan fasilitas kendaraan di Magelang sebagai bagian dari upaya mendorong hilirisasi dan industrialisasi teknologi dalam negeri. Dengan meningkatkan kapasitas produksi menjadi 10.000 bus per tahun, pemerintah berupaya memperkuat ekosistem otomotif nasional sambil secara bertahap menaikkan standar tingkat komponen dalam negeri (TKDN) menjadi 80 persen.

Pabrik ini dianggap sebagai instrumen strategis dalam mendukung transisi energi nasional dari ketergantungan pada bahan bakar fosil menuju energi yang lebih bersih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *