Indonesia mendesak dilakukannya penyelidikan menyeluruh atas serangan dengan cairan asam terhadap seorang aktivis hak asasi manusia
Liga335 daftar – Indonesia mendesak penyelidikan menyeluruh atas serangan asam terhadap aktivis hak asasi manusia
Berita terkait: KontraS mendesak penyelidikan menyeluruh atas serangan asam terhadap aktivis
Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Hak Asasi Manusia Indonesia Mugiyanto menyerukan penyelidikan yang transparan, akuntabel, dan menyeluruh atas serangan asam terhadap aktivis hak asasi manusia Andrie Yunus guna menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga negara. Ia memuji kepolisian dan militer atas tindakan cepat mereka dalam kasus ini dan mendesak kedua lembaga tersebut untuk memastikan proses hukum tidak hanya berhenti pada penangkapan para pelaku.Empat personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) ditangkap atas dugaan keterlibatan mereka dalam serangan tersebut.
“Sangat penting bagi penegak hukum untuk memperkuat koordinasi dan menyinkronkan data guna menghindari kebingungan publik serta menjaga integritas penanganan kasus,” kata Mugiyanto dalam pernyataan yang diterima di sini pada Kamis. Wakil menteri tersebut mendesak penyelidikan lanjutan untuk mengidentifikasi dalang di balik serangan tersebut, yang menyebabkan luka bakar pada anggota tubuh dan gangguan penglihatan yang dialami Yunus, wakil koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS). Ia menekankan pentingnya memberikan informasi yang transparan kepada publik dalam proses hukum serta memperkuat perlindungan bagi korban dan saksi, sambil menyoroti tanggung jawab negara atas keselamatan para aktivis hak asasi manusia.
“Setiap tindakan kekerasan terhadap pembela hak asasi manusia tidak hanya berdampak pada individu, melainkan juga merupakan ancaman terhadap kualitas demokrasi secara lebih luas,” tegas Mugiyanto.Selain itu, ia mengapresiasi Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atas pembentukan panitia kerja yang bertugas mengawasi penanganan kasus tersebut. Ia kemudian menyerukan kepada TNI untuk secara konsisten memperkuat tindakan disiplin internal, serta mendesak para perwira intelijen senior agar tidak ragu mengambil tindakan tegas terhadap tindakan melanggar hukum yang dilakukan oleh personel.
Kasus kekerasan ini, lanjutnya, seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk mengintegrasikan hak asasi manusia nilai-nilai dalam pendidikan bagi aparat negara, termasuk prajurit. Ia menambahkan bahwa Kementerian Hak Asasi Manusia berkomitmen untuk memantau kasus ini guna memastikan kepatuhan penuh terhadap prinsip-prinsip hak asasi manusia dan peraturan yang berlaku. Ia menyebut kasus ini sebagai ujian atas kemampuan negara untuk mencegah terulangnya insiden serupa.