Indonesia menyelidiki kaitan pembalakan liar dalam puing-puing banjir di Sumatera

Indonesia menyelidiki kaitan pembalakan liar dalam puing-puing banjir di Sumatera

Indonesia menyelidiki kaitan pembalakan liar dalam puing-puing banjir di Sumatera

Liga335 – Indonesia menyelidiki kaitan pembalakan liar dalam puing-puing banjir di Sumatera
Berita terkait: Menteri mendesak pengelolaan hutan yang lebih baik setelah banjir Sumatera
Berita terkait: Indonesia gunakan sistem peringatan dini untuk cegah deforestasi
Jakarta (ANTARA) – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sedang menyelidiki apakah kayu yang terbawa oleh banjir di Sumatera baru-baru ini berasal dari pembalakan liar dan skema penipuan perizinan. Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) KLHK, Dwi Januanto Nugroho, mengatakan pada hari Minggu (25/2) bahwa kayu-kayu yang ditemukan di daerah-daerah yang dilanda banjir mungkin berasal dari berbagai sumber, mulai dari pohon-pohon yang tumbang, sampah di sungai, hingga lokasi-lokasi penebangan dan praktik-praktik ilegal.”Kayu-kayu yang hanyut terbawa banjir dapat berasal dari berbagai sumber, mulai dari pohon-pohon yang sudah lapuk, material sungai, area penebangan legal, atau penyalahgunaan izin pinjam pakai kawasan hutan dan pembalakan liar,” ujar Dwi Januanto Nugroho.

“Penjelasan kami tidak dimaksudkan untuk menepis kemungkinan adanya praktik-praktik ilegal di balik kayu-kayu tersebut, tetapi untuk mengklarifikasi sumber-sumber yang sedang kami selidiki dan memastikan bahwa setiap unsur pembalakan liar akan diproses secara hukum,” ujarnya.KLHK mencatat, pada tahun 2025 saja, tim penegak hukum menemukan beberapa kasus pencucian kayu di wilayah yang terkena dampak banjir.Di Aceh Tengah, para penyelidik menyita 86,6 meter kubik kayu ilegal pada bulan Juni.

Di Solok, Sumatra Barat, pihak berwenang menyita 152 batang kayu bersama dengan dua ekskavator dan satu buldoser pada bulan Agustus.Di bulan Oktober, operasi gabungan di Kepulauan Mentawai dan Solok, Sumatra Barat, menyita 86,6 meter kubik kayu ilegal.Di Solok, Sumatera Barat, pihak berwenang menyita 152 batang kayu beserta dua ekskavator dan sebuah buldoser pada bulan Agustus.

Pada bulan Oktober, operasi gabungan di Kepulauan Mentawai dan Gresik menemukan lebih dari 4.600 meter kubik kayu yang terkait dengan perizinan yang bermasalah.Kasus lain di Sipirok, Tapanuli Selatan, melibatkan empat truk yang mengangkut 44 meter kubik kayu bulat yang izinnya telah dibekukan.

“Kejahatan kehutanan bukan lagi hal yang sederhana. Kayu dari kawasan lindung dapat dicuci ke dalam skema legal dengan menggunakan dokumen PHAT yang dipalsukan atau dipinjam. Itulah sebabnya kami tidak hanya menindak Sebagai bagian dari upaya pencegahan, kementerian telah memberlakukan moratorium sistem dokumentasi kayu SIPuHH untuk izin hak guna usaha di kawasan non-hutan, yang bertujuan untuk memblokir penyalahgunaan dalam mengedarkan kayu yang dipanen secara ilegal.

Hujan lebat yang dipicu oleh siklon tropis yang jarang terjadi di Selat Malaka memicu banjir dan tanah longsor yang meluas di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat minggu ini.Jumlah korban tewas telah meningkat menjadi lebih dari 300 orang, dengan hampir 280 orang masih hilang dan sekitar 80.000 penduduk dievakuasi dari daerah-daerah yang terkena dampak.

Operasi penyelamatan masih menjadi tantangan karena jalan-jalan yang ambruk, jembatan yang rusak, dan akses yang terbatas ke komunitas-komunitas terpencil. Pihak berwenang, yang didukung oleh militer dan polisi, terus melakukan upaya pencarian dan bantuan, sementara tempat penampungan darurat dan pasokan makanan didistribusikan kepada para korban yang selamat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *