Indonesia menyetujui penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk skrining osteoporosis asal Taiwan

Indonesia menyetujui penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk skrining osteoporosis asal Taiwan

Indonesia menyetujui penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk skrining osteoporosis asal Taiwan

Liga335 daftar – Dilaporkan bahwa hingga 16 juta lansia di Indonesia berisiko terkena osteoporosis.
Kementerian Kesehatan Indonesia telah menyetujui perangkat lunak berbantuan AI dari Taiwan untuk menyaring kasus-kasus potensial osteoporosis.
VeriOsteo OP dari Acer Medical menggunakan AI untuk menganalisis kepadatan mineral tulang (BMD) dan memprediksi skor T pada gambar sinar-X.

Perangkat lunak ini membantu para dokter dalam menilai potensi kelainan pada BMD.

MENGAPA HAL INI PENTING

Pemerintah Indonesia memperkirakan bahwa sekitar dua dari lima penduduknya berisiko terkena osteoporosis. Kondisi ini dapat memengaruhi hingga sepertiga wanita dan hampir tiga dari 10 pria, menurut data dari Asosiasi Osteoporosis Indonesia. Selain itu, berdasarkan usia, warga Indonesia yang berusia sekitar 50 tahun paling rentan terkena osteoporosis.

Acer Medical dalam sebuah pernyataan lebih lanjut menekankan bahwa sekitar 16 juta penduduk lanjut usia di negara ini berisiko mengalami kondisi yang terkait dengan BMD abnormal.
“Karena rendahnya kesadaran akan penyakit ini, banyak yang mengabaikan atau menunda mencari perawatan medis, sehingga melewatkan kesempatan kritis “periode untuk intervensi dini,” demikian klaimnya.
Kemenangan regulasi terbaru ini merupakan yang kedua bagi Acer Medical di Indonesia; VeriSee DR, perangkat lunak AI andalannya untuk mendeteksi retinopati diabetik, juga telah mendapat izin penggunaan di negara ini.

GAMBARAN PASAR

Dalam beberapa tahun terakhir, rumah sakit di Indonesia semakin banyak menerapkan AI pencitraan medis untuk meningkatkan deteksi penyakit dan mendukung diagnosis klinis.
Rumah Sakit Universitas Indonesia, misalnya, adalah yang pertama mengadopsi perangkat sinar-X portabel berteknologi AI untuk mendeteksi berbagai penyakit, sebagai bagian dari kemitraannya dengan Fujifilm pada tahun 2022. Awal tahun ini, rumah sakit tersebut menandatangani kemitraan lain dengan Kakao Healthcare dari Korea Selatan untuk menguji coba aplikasi diabetes digital berteknologi AI.

Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada juga berkolaborasi dengan perusahaan Korea Selatan, Deepnoid, untuk menguji rangkaian solusi AI pencitraan medisnya guna mendukung diagnosis berbagai kondisi paru-paru dan otak.
Pada bulan Oktober ini, salah satu jaringan rumah sakit swasta terbesar di Indonesia, Siloam Hospita ls, menandatangani kesepakatan baru untuk mempercepat penerapan AI di seluruh departemen, termasuk patologi dan radiologi.
Selain rumah sakit, pusat kesehatan masyarakat (yang secara lokal disebut puskesmas) juga menjadi sasaran penerapan AI.

Secara khusus, AI generatif saat ini sedang direncanakan untuk diterapkan di seluruh puskesmas di Kabupaten Sumedang.
Adopsi AI, di antara faktor lainnya, mendorong pertumbuhan pasar pencitraan medis di Indonesia, yang bernilai sekitar $370 juta pada tahun 2023 dan diproyeksikan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 6% hingga tahun 2030.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *