IOC mengatakan Indonesia belum memenuhi jaminan yang diminta setelah menolak visa pesenam Israel, melanggar kebijakan

IOC mengatakan Indonesia belum memenuhi jaminan yang diminta setelah menolak visa pesenam Israel, melanggar kebijakan

IOC mengatakan Indonesia belum memenuhi jaminan yang diminta setelah menolak visa pesenam Israel, melanggar kebijakan

Liga335 daftar – BARU Anda sekarang dapat mendengarkan artikel! Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah menyampaikan ketidaksepakatannya dengan pemerintah Indonesia setelah pesenam Israel dicegah masuk ke Indonesia untuk mengikuti Kejuaraan Dunia pada bulan Oktober lalu. IOC mengkonfirmasi kepada Digital bahwa Indonesia belum menyetujui jaminan yang diminta oleh komite setelah insiden tersebut.

“IOC telah mengadakan pertemuan dengan World Gymnastics dan NOC Indonesia untuk membahas kejadian yang terjadi pada bulan Oktober lalu. Sejauh ini, IOC belum menerima jaminan yang diminta dari pemerintah,” demikian pernyataan IOC. KLIK DI SINI UNTUK LIPUTAN OLAHRAGA LAINNYA DI FOXNEWS.

COM Digital telah menghubungi Kedutaan Besar Indonesia di AS untuk memberikan komentar. IOC sebelumnya mengecam Indonesia atas penolakan visa terhadap para atlet Israel dan menyatakannya sebagai pelanggaran terhadap piagam internasional. Semua pembicaraan mengenai Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade di masa depan dihentikan, dan IOC menyarankan penyelenggara global untuk tidak untuk menjadwalkan acara-acara besar di negara tersebut.

“Tindakan ini merampas hak para atlet untuk berkompetisi secara damai dan mencegah gerakan Olimpiade untuk menunjukkan kekuatan olahraga,” kata dewan eksekutif IOC dalam sebuah pernyataan pada bulan Oktober. “Posisi prinsip IOC sangat jelas: Semua atlet, tim, dan ofisial olahraga yang memenuhi syarat harus dapat berpartisipasi dalam kompetisi dan acara olahraga internasional tanpa diskriminasi apa pun dari negara tuan rumah, sesuai dengan Piagam Olimpiade dan prinsip-prinsip dasar nondiskriminasi, otonomi, dan netralitas politik yang mengatur Gerakan Olimpiade.” Pemerintah Indonesia mengutip alasan keamanan atas keputusannya untuk menolak visa tim Israel, memperingatkan adanya potensi ancaman di dalam negerinya terhadap keselamatan para atlet Israel dan risiko keselamatan orang lain.

Namun, Tim Israel menyatakan bahwa pihak keamanan negaranya sendiri menyatakan bahwa negara itu aman untuk dimasuki, dan mengizinkan para atletnya untuk melakukan perjalanan ke sana. “Kami menerima otorisasi dari Otoritas Keamanan Israel untuk berpartisipasi dalam Kejuaraan Dunia sesuai dengan protokol keamanan yang berlaku. Dari sisi kami, semua persiapan telah selesai – proses pendaftaran, visa masuk ke Indonesia dan konfirmasi dari Otoritas Keamanan Israel,” kata Federasi Senam Israel (IGF) sebelumnya kepada Digital.

TANGGAPAN INDONESIA SETELAH KONSEKUENSI OLIMPIADE ATAS DILARANGNYA PESENAM ISRAEL DARI KEJUARAAN DUNIA Pesenam putra Israel, Eyal Indig, sebelumnya mengenang kembali hari-hari menjelang penolakan visa mereka dalam sebuah wawancara dengan Digital. “Alasan resmi yang diberikan oleh pemerintah Indonesia adalah bahwa kami berpartisipasi akan membahayakan kami, dan delegasi negara lainnya,” kata Indig. “Bagi kami, itu sangat aneh.

Pihak keamanan yang sama melakukan pemindaian satu minggu sebelum penerbangan kami, di Indonesia, mereka ada di Indonesia, dan mereka mengesahkan segala sesuatu dalam hal keamanan. Jadi kami mendapat otorisasi penuh dari tim keamanan Israel, dan Anda bisa percaya bahwa mereka akan tidak mengizinkan apa pun yang tidak aman. Dan federasi kami terus mengatakan kepada kami bahwa itu aman.”

Indig kemudian menyebut keputusan Indonesia sebagai “insiden diskriminasi yang terang-terangan atas dasar kewarganegaraan.” Pesenam putri Israel, Lihie Raz, mengatakan kepada Digital, “Kami kecewa dan frustrasi, karena bagi kami, olahraga adalah tempat yang bebas dari politik.” Menteri Olahraga Indonesia Erick Thohir membela keputusan negaranya dalam sebuah pernyataan di minggu terakhir bulan Oktober.

KLIK DI SINI UNTUK MENGUNDUH APLIKASI “Kami menganut prinsip menjaga keamanan, ketertiban umum, dan kepentingan publik dalam menjadi tuan rumah setiap acara internasional,” kata Thohir. Indonesia sebelumnya dicabut haknya untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 ketika gubernur Bali menolak untuk menjadi tuan rumah bagi Tim Israel dalam sebuah pertandingan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *