Menteri Indonesia membahas dukungan perdamaian untuk konflik Sudan
Liga335 – Menlu RI bahas dukungan perdamaian untuk konflik Sudan
Berita terkait: Sudan dorong kemitraan strategis dengan Indonesia
Jakarta (ANTARA) – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai bertemu dengan Duta Besar Sudan untuk Indonesia, Yassir Mohamed Ali, di Jakarta, Kamis, untuk membahas langkah-langkah menuju perdamaian di Sudan.”Dari sisi Kementerian HAM, kalau ada permintaan resmi dari Sudan melalui Menlu, kita tentu bisa melakukan langkah-langkah bantuan,” kata Pigai kepada ANTARA.Bantuan yang dimaksud Pigai adalah upaya-upaya perdamaian yang berorientasi pada hak asasi manusia (HAM), termasuk bantuan kemanusiaan dan dukungan rekonsiliasi, terutama bagi masyarakat yang terdampak konflik.
“Jadi kita tidak mengintervensi masalah politik atau konflik berskala besar, tetapi fokus pada upaya rekonsiliasi, perdamaian, simpati dan empati kepada masyarakat yang terdampak konflik,” kata Pigai. Menteri Pigai juga menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian terhadap konflik bersenjata di berbagai negara, termasuk Sudan. “Presiden tentu saja menaruh perhatian untuk berkontribusi bagi perdamaian dunia,” katanya.
Sementara itu, Dubes Yassir Mohamed Ali menguraikan pelanggaran HAM berat di Sudan, dan mengaitkan kekejaman itu dengan paramiliter Pasukan Pendukung Cepat (Rapid Support Forces/RSF), yang diduga didukung oleh kekuatan regional dan internasional, dan menggarisbawahi bahwa HAM seharusnya mengabdi pada kesejahteraan rakyat, bukan sebagai alat intervensi politik. Secara politik, katanya, Indonesia juga mendukung Sudan di Dewan HAM PBB, dan berharap Indonesia dan Sudan dapat mempererat hubungan mereka. “Setelah perang berakhir, Indonesia akan menjadi mitra utama Sudan dalam proyek-proyek rekonstruksi,” katanya.