Organisasi media ini memberhentikan 20 persen karyawannya, serta mengganti para editor dan editor foto dengan teknologi kecerdasan buatan
Liga335 daftar – Kekhawatiran bahwa alat-alat AI akan menggantikan penulis, editor, dan desainer ternyata tidaklah berlebihan, karena beberapa perusahaan telah mulai menggantikan tenaga kerja di bidang editorial dengan AI. Berita ini datang dari sebuah organisasi berita ternama yang berbasis di Jerman, yang sedang melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 20 persen tenaga kerjanya. Perusahaan tersebut sedang melakukan perampingan ruang redaksi dan menggantikan karyawannya dengan teknologi Kecerdasan Buatan (AI).
Axel Springer, sebuah perusahaan media terkemuka di Jerman, menjadi sorotan setelah memutuskan untuk memberhentikan 20 persen staf ruang redaksinya dan menggantikan sebagian karyawan dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). CEO perusahaan tersebut, Mathias Dopfner, yang dikenal sebagai teman Elon Musk, telah menginisiasi peralihan ke pendekatan “hanya digital”, seperti dilaporkan oleh CNN.
Baca Selengkapnya
Menurut memo yang diedarkan oleh penerbit, posisi seperti editor, editor foto, korektor, dan peran lain yang terlibat dalam produksi cetak akan diubah atau dihapuskan sepenuhnya. Langkah ini akan. Hal ini terutama berdampak pada Bild, salah satu surat kabar terlaris di Eropa.
Axel Springer adalah perusahaan induk dari berbagai merek berita multimedia, termasuk publikasi Jerman Bild dan Welt, serta situs berita AS Politico dan sebagian besar Insider.
Sebagaimana dilaporkan oleh surat kabar Jerman Frankfurter Allgemeine (FAZ), Axel Springer memberi tahu para karyawannya bahwa mereka sayangnya harus memberhentikan rekan-rekan yang tugasnya dapat dilakukan oleh alat AI seperti ChatGPT.
Sekitar 200 dari 1.
000 karyawan Bild diperkirakan akan terkena dampak pemutusan hubungan kerja ini. Namun, seorang juru bicara dari Bild menjelaskan kepada CNN bahwa pemutusan hubungan kerja tersebut tidak secara langsung terkait dengan AI, melainkan AI dapat berfungsi sebagai alat yang menghemat waktu dan berharga bagi para editor dan reporter.
Dalam memo internal baru-baru ini, CEO Mathias Dopfner mengungkapkan keyakinannya bahwa kecerdasan buatan memiliki potensi untuk meningkatkan jurnalisme independen, menjadikannya lebih baik dari sebelumnya, atau bahkan berpotensi menggantikannya sepenuhnya.
Ia menekankan pentingnya memahami Perubahan transformatif ini penting bagi keberlanjutan penerbitan di masa depan, dengan penekanan bahwa hanya mereka yang menciptakan konten orisinal yang luar biasa yang akan berhasil. Dopfner juga memprediksi bahwa AI akan segera mampu sepenuhnya mengambil alih proses tata letak surat kabar cetak.
Keputusan Axel Springer untuk menerapkan teknologi AI dan melakukan pemangkasan tenaga kerja mencerminkan perdebatan yang sedang berlangsung mengenai dampak otomatisasi terhadap peran tradisional di berbagai industri, termasuk jurnalisme.
Hasil dari perubahan-perubahan ini tak diragukan lagi akan membentuk masa depan media dan hubungan yang terus berkembang antara AI dan profesional manusia.