Pemerintah mengambil jalur mobilitas hijau untuk mendukung industri otomotif
Liga335 daftar – Pemerintah mengambil jalur mobilitas hijau untuk mendukung industri otomotif
Berita terkait: Pemerintah akan tawarkan insentif untuk mobil hibrida di tengah dorongan mobil listrik
Jakarta (ANTARA) – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memperkenalkan mobilitas hijau (green mobility) sebagai kebijakan untuk mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan yang disebut-sebut dapat meningkatkan daya saing, efisiensi penggunaan energi, mendukung mobilitas yang berkelanjutan, dan memfasilitasi teknologi otomotif, katanya di Jakarta, Rabu. “Kami akan mendukung pengembangan teknologi otomotif dan berkomitmen untuk memfasilitasi kebijakannya melalui konsep mobilitas hijau,” katanya.Menurut Menperin, kebijakan mobilitas hijau akan membuat industri otomotif nasional lebih adaptif dan berkelanjutan, terutama dalam merespons pesatnya perkembangan teknologi otomotif yang ramah lingkungan, serta memungkinkan penggunaan energi yang efisien, mendukung mobilitas penduduk, dan melindungi investasi otomotif di Indonesia.
“Kami akan mendukung pengembangan teknologi otomotif dan berkomitmen untuk memfasilitasi kebijakannya melalui konsep mobilitas hijau,” ujarnya. Sebagai contoh, pemerintah mendorong investor yang memproduksi kendaraan yang menggunakan teknologi internal combustion engine (ICE) dengan memberikan insentif untuk produk low cost green car (LCGC) dan program bahan bakar nabati (BBN). “Pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan dan insentif untuk mendorong terciptanya ekosistem kendaraan listrik melalui insentif PPNBM DTP dan hilirisasi sumber daya alam yang mendukung industri baterai kendaraan listrik,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif untuk produksi kendaraan hibrida, ujarnya.Akhir-akhir ini, Indonesia telah menyiapkan kebijakan dan insentif bagi investor yang memproduksi kendaraan yang menggunakan teknologi sel bahan bakar hidrogen. “Kami juga akan terus melindungi investasi otomotif yang sudah ada di Indonesia,” ujar Menteri Airlangga.
“Selama investasi di industri otomotif tersebut menghasilkan produk otomotif yang lebih ramah lingkungan dan efisien dalam penggunaan energi, Ia kemudian menyoroti peluang pertumbuhan pasar otomotif Indonesia untuk produk otomotif dalam negeri, hal ini ditandai dengan rasio kepemilikan mobil di Indonesia yang relatif rendah dibandingkan dengan negara-negara tetangga di ASEAN, dimana rasio kepemilikan kendaraan roda empat di Indonesia hanya 99 unit per seribu orang. Sebagai perbandingan, rasio kepemilikan kendaraan roda empat di Malaysia yang berpenduduk 35 juta jiwa adalah 490 unit per seribu orang, sedangkan Thailand memiliki rasio kepemilikan mobil yang lebih tinggi dari Indonesia. Dengan jumlah penduduk sekitar 70 juta jiwa, rasio kepemilikan mobil di negara tersebut mencapai 275 unit per seribu penduduk.
“Singapura 211 unit per seribu penduduk, Korea Selatan 530 unit per seribu penduduk, dan Jepang 670 unit per seribu penduduk,” kata Kartasasmita. konsep mobilitas hijau diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah untuk mencapai target emisi nol bersih (NZE) di sektor manufaktur pada tahun 2050.