Prabowo menduga adanya upaya sengaja untuk membuat Indonesia bergantung pada impor.
Liga335 – TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menuduh bahwa pihak-pihak tertentu sengaja mendorong Indonesia untuk bergantung pada barang impor, dan menuduh sebagian warga Indonesia bertindak melawan kepentingan nasional negara.
Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut saat meresmikan kilang Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin, 12 Januari 2026.
“Saya tidak mengerti mengapa keputusan yang diambil oleh pihak lain justru melemahkan kemampuan kita sendiri,” kata Prabowo, seperti dikutip dari siaran di kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Presiden menyesalkan bahwa Indonesia terus mengimpor komoditas yang sebenarnya dapat diproduksi secara domestik, termasuk garam dan produk perikanan. “Kita merusak prestasi kita sendiri.
Kita dibuat bergantung, mengimpor beras dan mengimpor garam,” ujarnya. “Tiga perempat wilayah negara ini adalah laut, namun kita mengimpor ikan. Hal ini sungguh mengherankan.
” Prabowo juga mengkhawatirkan sektor energi, dengan mengatakan bahwa ada pengelolaan yang buruk di perusahaan energi milik negara Pertamina. Dalam beberapa tahun terakhir. “Telah terjadi praktik-praktik yang tidak sehat di Pertamina dan dalam regulasi sektor sumber daya energi dan mineral kita,” katanya.
Ketua Partai Gerindra menambahkan bahwa kepentingan tertentu telah memanfaatkan sistem impor untuk keuntungan pribadi, terutama dalam impor minyak.
“Melalui impor, harga dimanipulasi dan keuntungan dikumpulkan, memungkinkan individu tertentu menjadi kaya di atas penderitaan rakyat,” kata Prabowo. Ia menambahkan bahwa sejak mengambil alih jabatan dari mantan Presiden Joko Widodo pada 20 Oktober 2024, pemerintahannya berkomitmen untuk membersihkan Pertamina dan memberantas praktik korupsi.