Revolusi kendaraan listrik Indonesia terkendala oleh masalah preman dan gangster.
Liga335 daftar – Di Indonesia, impian menjadi kekuatan utama kendaraan listrik di Asia Tenggara bertabrakan dengan musuh lama: kelompok kejahatan terorganisir preman. Kelompok penegak hukum bayangan ini, yang selama ini menjadi momok bagi pedagang kaki lima dan usaha kecil, kini dituduh mengganggu pabrik senilai US$1 miliar milik produsen kendaraan listrik China, BYD – sebuah proyek yang dipuji sebagai tonggak penting masa depan ekonomi negara. Tuduhan yang muncul bulan lalu ini menyoroti ketegangan yang lebih dalam dalam upaya modernisasi Indonesia: apakah pemerintah mampu memberantas gangsterisme yang telah berakar kuat dan berkembang selama bergenerasi di bawah perlindungan pendukung yang berkuasa?
Iklan Preman, dengan dugaan hubungan mereka dengan elit politik dan penegak hukum, dapat ditelusuri asal-usulnya hingga era kolonial Belanda, ketika penegak hukum lokal digunakan untuk mengekstraksi kekayaan bagi penjajah. Hari ini, mereka telah menjadi kekuatan yang tertanam dalam struktur ekonomi dan politik negara. Eddy Soeparno (kiri), wakil ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia (MPR), Indonesia, berjabat tangan dengan Wang Huning, Ketua Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok, di Beijing pada 15 April.
Foto: Xinhua Tuduhan terkait gangguan di pabrik BYD terungkap pada 20 April, setelah Eddy Soeparno, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia, secara terbuka mengemukakan kekhawatirannya setelah mengunjungi pabrik perakitan BYD di Shenzhen, Tiongkok.