WHO mengeluarkan panduan terbaru tentang penanganan infeksi bakteri serius pada bayi

WHO mengeluarkan panduan terbaru tentang penanganan infeksi bakteri serius pada bayi

WHO mengeluarkan panduan terbaru tentang penanganan infeksi bakteri serius pada bayi

Taruhan bola – WHO telah mengeluarkan rekomendasi global terbaru untuk meningkatkan diagnosis dan pengobatan infeksi bakteri serius (SBI) pada bayi muda berusia 0-59 hari, termasuk sepsis, meningitis, dan pneumonia – kondisi yang menyebabkan lebih dari setengah juta kematian bayi baru lahir setiap tahunnya di seluruh dunia.
Pedoman baru ini dirancang untuk memperkuat pengambilan keputusan klinis dan mendorong penggunaan antibiotik secara rasional untuk membantu memerangi peningkatan resistensi antimikroba (AMR), terutama di lingkungan dengan sumber daya terbatas. Dikembangkan melalui tinjauan bukti yang ketat dan proses konsultasi dengan para ahli, rekomendasi ini mencakup protokol perawatan di rumah sakit dan berbasis komunitas, untuk memastikan bahwa bayi yang tidak memiliki akses ke rumah sakit rujukan pun dapat menerima perawatan yang dapat menyelamatkan nyawa.

Di Indonesia, angka kematian bayi baru lahir masih menjadi masalah yang signifikan. Infeksi pada bayi baru lahir menyumbang 14% dari kematian bayi baru lahir dan 6% dari kematian bayi baru lahir dini. Persalinan di rumah dan praktik-praktik yang berbahaya – seperti penggunaan obat tradisional untuk umbilikus l perawatan tali pusat – meningkatkan risiko infeksi dan masih sering terjadi di daerah terpencil dan kurang terlayani.

Lebih dari 11% bayi baru lahir di Indonesia – atau sekitar 495.000 bayi setiap tahunnya – lahir prematur dan oleh karena itu sangat rentan terhadap infeksi karena sistem kekebalan tubuh yang belum matang.
Pembaruan utama dalam pedoman WHO yang baru termasuk penggunaan algoritma WHO 7-sign Integrated Management of Childhood Illness untuk mengidentifikasi SBI di tingkat komunitas, serta rekomendasi untuk rejimen antibiotik yang disederhanakan ketika rujukan ke rumah sakit tidak memungkinkan.

Pedoman ini juga menekankan perlunya sistem rujukan yang kuat, klasifikasi kelompok risiko, dan pengelolaan antibiotik yang cermat.
Di Indonesia, implementasi pedoman ini akan melengkapi strategi nasional utama untuk mengurangi angka kematian bayi baru lahir dan meningkatkan hasil kesehatan anak di bawah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, Rencana Aksi Nasional Resistensi Antimikroba (RAN-PARAM), dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 3.
Panduan menggarisbawahi pentingnya kolaborasi multisektoral untuk memastikan pemberian perawatan yang efektif bagi bayi muda yang berisiko mengalami SBI, yang akan terus didukung secara aktif oleh WHO.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *