Pihak berwenang Indonesia menemukan puing-puing pesawat perikanan yang membawa 11 orang di dalamnya
Liga335 daftar – Pihak berwenang Indonesia menyatakan telah menemukan puing-puing pesawat pengawas perikanan, namun masih terus mencari 11 orang yang berada di dalamnya.
Pesawat pengawas berukuran kecil tersebut hilang pada hari Minggu di sekitar wilayah pegunungan Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, setelah kehilangan kontak dengan menara pengawas lalu lintas udara sekitar pukul 13.30 waktu setempat (17.
30 AEDT) pada hari Sabtu.
Pesawat turboprop milik Indonesia Air Transport tersebut berangkat dari Yogyakarta dan menuju kota Makassar di Pulau Sulawesi, membawa tiga penumpang dan delapan awak pesawat, menurut badan pencarian dan penyelamatan Makassar.
Pejabat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan mengatakan kepada kantor berita negara Antara bahwa kementerian tersebut telah menyewa pesawat tersebut untuk pengawasan perikanan dan semua penumpang adalah pegawai kementerian.
Kepala Badan Pencarian dan Penyelamatan Sulawesi Selatan, Muhammad Arif Anwar, mengatakan di televisi lokal bahwa setelah menemukan puing-puing pesawat, tim penyelamat akan mengerahkan 1.200 personel untuk mencari penumpang dan awak yang hilang.
“Kami “Prioritas utama kami adalah mencari para korban, dan kami berharap ada beberapa di antaranya yang dapat kami evakuasi dengan selamat,” katanya.
Andi Sultan, seorang pejabat di Badan Penanggulangan Bencana Sulawesi Selatan, mengatakan tim penyelamat setempat menemukan puing-puing pesawat di berbagai lokasi di sekitar Gunung Bulusaraung.
Gunung tersebut terletak sekitar 1.500 kilometer di timur laut ibu kota negara kepulauan yang luas ini, Jakarta.
Pesawat yang hilang adalah ATR 42-500. (Sumber: PT Indonesia Air Transport)
Harapan untuk menemukan puing-puing pesawat semakin besar setelah para pendaki di gunung tersebut melaporkan menemukan puing-puing yang berserakan, logo yang sesuai dengan tanda PT Indonesia Air Transport, serta api kecil yang masih menyala di lokasi kejadian.
Sultan mengatakan sekitar 400 personel, termasuk unit militer dan kepolisian, dikerahkan untuk mencari pesawat dan penumpang di dalamnya.
Dia mengatakan awak helikopter melihat jendela pesawat di antara tumpukan puing-puing tepat sebelum pukul 08.00 waktu setempat (12.00 AEDT).
“Sekitar pukul 07.49, kami menemukan bagian-bagian besar pesawat, yang diduga merupakan badan pesawat,” katanya, Bagian ekor pesawat juga terlihat di bagian bawah lereng gunung.
Pesawat menyimpang dari jalur pendaratan
Sultan mengatakan Komite Nasional Keselamatan Transportasi Indonesia akan memimpin penyelidikan kecelakaan tersebut.
Penyebabnya masih belum jelas, dan para ahli mengatakan sebagian besar kecelakaan disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor.
Endah Purnama Sari, juru bicara Kementerian Perhubungan, mengatakan pesawat menghilang tak lama setelah mendapat instruksi dari pengatur lalu lintas udara (ATC) untuk memperbaiki jalur pendaratannya menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar.
“Setelah instruksi terakhir dari ATC, kontak radio terputus dan pengatur lalu lintas udara menyatakan fase darurat,” kata Sari kepada AP dalam sebuah pernyataan.
Indonesia, sebuah negara kepulauan yang luas di Asia Tenggara, sangat bergantung pada transportasi udara untuk menghubungkan ribuan pulau yang dimilikinya.
Negara ini memiliki catatan keselamatan penerbangan yang buruk, dengan beberapa kecelakaan fatal dalam beberapa tahun terakhir.
Pada bulan September tahun lalu, sebuah helikopter yang mengangkut enam penumpang dan dua awak pesawat jatuh tak lama setelah lepas landas dari Provinsi Kalimantan Selatan, menewaskan semua penumpang dan awak pesawat.
Kurang dari dua minggu kemudian, empat orang tewas ketika sebuah helikopter lain jatuh di distrik terpencil Ilaga, Papua.